kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Belum ada reksadana saham baru yang dirilis tahun ini, begini kata manajer investasi


Senin, 27 Januari 2020 / 15:52 WIB
Belum ada reksadana saham baru yang dirilis tahun ini, begini kata manajer investasi
ILUSTRASI. Reksadana saham. KONTAN/Muradi/07/03/2017

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2019 lalu, reksadana saham mencatatkan kinerja paling buruk. Kinerja reksadana saham yang buruk tersebut justru terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 1,70%.

Merujuk data Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksadana saham yang tercermin pada Infovesta Equity Fund Index 90 turun hingga 8,41%.

Lebih lanjut, hingga Senin (27/1), tercatat belum ada reksadana saham yang terbit jika dilihat dari data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Padahal pada periode yang sama pada tahun lalu, setidaknya terdapat empat reksadana saham yang terbit.

Baca Juga: Gawat! Nasabah Tidak Bisa Mencairkan Dana di Reksadana Besutan Emco Asset Management

Kendati demikian, beberapa Manajer Investasi (MI) menampik bahwa belum adanya reksadana saham yang terbit semata karena kinerja reksadana saham yang buruk pada tahun lalu. 

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengatakan, belum adanya reksadana saham yang terbit hingga saat ini bukan semata-mata karena kinerja tahun lalu buruk. Menurutnya, masing-masing MI memiliki pertimbangan tersendiri dalam menerbitkan reksadana baru. 

"Kami sudah mendapatkan izin terbit efektif reksadana saham per 20 Januari lalu, yakni HPAM Ekuitas Syariah Berkah,” klaim Reza ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/1).

Lebih lanjut, Reza menilai kinerja buruk reksadana saham pada tahun lalu hanya salah satu dinamika dalam perkembangan industri capital market. 

Terlepas dari itu, ia melihat potensi capital market, khususnya reksadana saham masih sangat luas dan potensial.

Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto juga bilang, kinerja buruk reksadana saham tak bisa dijadikan tolak ukur mengapa tidak ada penerbitan reksadana saham pada bulan ini.

“Ada banyak beberapa penyebab, bisa saja masih dalam proses efektif. Atau mungkin memang MU merasa produknya saat ini sudah cukup sehingga tidak menerbitkan lagi,” terang Rudiyanto.

Baca Juga: MI: Kisruh Jiwasraya hanya memengaruhi saham gorengan

Terkait salah satu kabar terbaru mengenai produk reksadana saham besutan EMCO tidak bisa dicairkan, Rudiyanto mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh dan memilih biar pihak EMCO atau OJK yang menjelaskan karena keduanya yang lebih tahu duduk permasalahannya.

Sementara Reza menilai kemungkinan terjadinya hal tersebut terkait dengan nilai aktiva bersih (NAB). “Kemungkinan besar karena NAB yang turun terlalu tajam dan MI kesulitan dalam menjual efek yang ada portofolio reksadana mereka,” ujar Reza.





Close [X]
×