kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Belasan saham terkena auto reject bawah, begini saran analis


Senin, 18 November 2019 / 19:08 WIB
Belasan saham terkena auto reject bawah, begini saran analis
ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Senin (18/11), ada sejumlah saham yang pergerakan harganya turun drastis sehingga terkena auto reject bawah.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan, Senin (18/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,09% ke level 6.122,62. Ada sejumlah saham yang pergerakan harganya turun drastis sehingga terkena auto reject bawah.

Beberapa saham tersebut antara lain PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT) yang turun 34,52% ke Rp 55, lalu PT Pikko Land Development Tbk (RODA) yang harga sahamnya turun 34,29% ke Rp 115, dan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) yang jatuh 25% ke Rp 660 per saham.

Selanjutnya, ada juga saham PT Mega Power Makmur Tbk (MPOW) yang merosot 25% ke Rp 183, PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) turun 25% ke Rp 210, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) harga sahamnya anjlok 24,88% ke Rp 1.555,  PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) drop 24,86% ke Rp 650, dan PT Humpuss Intermoda Transaportasi Tbk (HITS) melorot 24,73% ke 414.

Baca Juga: 17 dari 46 saham emiten baru tahun ini sudah pernah masuk UMA, apa saja?

Ada juga saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) yang turun 24,73% ke Rp 414 per saham, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) melemah 24,73% ke Rp 280, PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) jatuh 24,71% ke Rp 640, dan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) yang harganya turun 24,67% ke Rp 226 per saham.

Melihat banyaknya saham-saham yang terkena auto reject bawah, analis Trimegah Sekuritas Rovandi berpendapat, penurunan drastis yang terjadi pada sejumlah saham ini memiliki sedikit pengaruh dalam mengurangi transaksi di bursa. Alasannya, kapitalisasi pasar saham-saham tersebut juga tergolong kecil.  

Bahkan, analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani mengatakan, penurunan harga saham-saham tersebut tidak berdampak ke IHSG karena kontribusi bobot sahamnya tidak terlalu besar.

Melihat hal ini, Yaki menyarankan investor untuk disiplin dalam memperdagangkan saham-saham tersebut. "Tentukan stop loss masing-masing saham karena fundamental sebagian besar saham tersebut belum terbukti bagus karena baru IPO (initial public offering)," kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (18/11).

Baca Juga: Rata-rata nilai transaksi harian di BEI turun 23,65%, ketidakpastian ekonomi biangnya

Sementara itu, bagi investor yang belum memiliki saham-saham ini, ia sarankan untuk wait and see. "Kalau berani  bisa intraday trade. Artinya, beli dan jual sahamnya di hari yang sama jadi tidak perlu disimpan," kata dia.

Di sisi lain, Rovandi menyarankan investor untuk menjauhi saham-saham "gorengan", terutama yang transaksinya kecil atau volumenya sedikit. Sementara itu, bagi sudah memiliki saham-saham tersebut, ia sarankan untuk melakukan cut loss, sebab kinerja perusahaan-perusahaan tersebut ke depannya, belum tentu mencatatkan pertumbuhan yang baik.

Baca Juga: Saham Gudang Garam (GGRM) sudah merosot 34% sejak awal tahun, ini rekomendasi analis




TERBARU

Close [X]
×