kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BEI Resmikan Batas Bawah Rp 1 Mulai Senin (28/9), Ini yang Perlu Investor Cermati


Minggu, 27 September 2026 / 15:28 WIB
BEI Resmikan Batas Bawah Rp 1 Mulai Senin (28/9), Ini yang Perlu Investor Cermati
ILUSTRASI. Suasana di BEI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Lebih lanjut, Budi bilang yang sebaiknya dihindari justru averaging down hanya karena harga nominal terlihat murah. Menurutnya. Saham Rp 20 belum tentu lebih murah secara valuasi. 

Pasalnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang selama ini sudah tertahan di level gocap. Bahkan, beberapa kali Morgan Stanley melakukan transaksi saham GOTO di kisaran Rp 25–Rp 29. 

“Untuk saham seperti GOTO, setelah batas Rp 50 dibuka, perhatian pasar akhirnya bisa kembali ke fundamental profitabilitas, arus kas, pertumbuhan bisnis, dan valuasi bukan lagi sekadar karena harganya terkunci di batas bawah,” jelas Budi. 

Baca Juga: BEI Dorong Reformasi Pasar Modal, Demutualisasi Jadi Sorotan

Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai saham GOTO menjadi salah satu saham yang kemungkinan mendapat perhatian pasar karena telah lama berada di level Rp 50. 

“Besarnya penurunan nantinya akan sangat bergantung pada perbandingan antara pasokan saham yang ingin dijual dan minat beli setelah harga minimum dihapus,” ucap Hendra kepada Kontan, Minggu (27/9). 

Menurut Hendra, momentum ini dapat dimanfaatkan bagi investor yang sudah lama terjebak memiliki saham-saham yang mati suri di level gocap. Namun sebaiknya tidak dihadapi dengan panik. 

“Memang konsekuensinya volatilitas pada saham tertentu bisa meningkat, tetapi dampaknya terhadap IHSG secara keseluruhan diperkirakan lebih terbatas karena indeks dipengaruh sentimen makro lainnya,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×