kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   43,97   0,71%
  • KOMPAS100 821   8,37   1,03%
  • LQ45 632   11,46   1,85%
  • ISSI 218   0,35   0,16%
  • IDX30 361   6,18   1,74%
  • IDXHIDIV20 447   10,28   2,35%
  • IDX80 95   1,07   1,14%
  • IDXV30 123   1,84   1,51%
  • IDXQ30 117   2,27   1,98%

BEI masih kaji penyebab lonjakan harga FREN-W


Jumat, 17 Februari 2012 / 14:28 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah yang mencairkan pengembalian dana dari Bank yang telah dilikuidasi di teller Bank Mandiri, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/1/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku, masih menyelidik penyebab kenaikan signifikan harga Waran Seri II PT Smartfren Telecom Tbk (FREN-W) pada perdagangan kemarin (16/2).

"Saat ini masih diselidiki, kami belum tahu kenapa bisa naik setinggi itu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito saat ditemui di Jakarta, Jumat (17/2).

Sebelumnya, otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan (suspensi) FREN-W pada sesi I perdagangan Jumat (17/2). Suspensi dikenakan setelah terjadi peningkatan harga yang signifikan pada FREN-W yang sempat mencapai Rp 600 dan ditutup pada harga Rp 400, kemarin (16/2). Di mana harga waran tersebut lebih besar dari harga saham FREN yang hanya Rp 300.

Lebih lanjut, Eddy menyebut, melonjaknya harga FREN-W itu diperkirakan karena ada kesalahan penafsiran di antara investor pemegang waran. "Harganya menarik, dan investor mengingat jumlahnya masih banyak, sehingga melakukan aksi jual. Padahal, jumlah waran yang dipegang sudah berkurang, merasa masih punya 20 waran, padahal sudah diajust menjadi 1," urainya.

Oleh karena itu, waktu pemagang waran menjual, terjadi kelebihan jual, sehingga dia harus buyback lagi untuk square off (ancang-ancang) posisinya. "Kalau dia jual, namun kurang jumlahnya, bisa kena permit settlement. Daripada kena itu, lebih baik buyback lagi, mungkin itu yang menyebabkan harganya naik," ujar Eddy.

Namun, Eddy menegaskan, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai penyebab yang mendasari kenaikan harga waran tersebut. "Itu tadi masih perkiraan saja," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×