Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah kelompok sektor saham tahun ini, mendapat respon positif dari pelaku pasar. Manager Investasi menilai langkah tersebut cukup bagus lantaran mampu mempersempit kategori sektor saham di Tanah Air.
"Tidak perlu buru-buru juga (realisasinya), yang penting sudah ada kajian yang komprehensif," kata Direktur Panin Asset Management Rudiyanto kepada Kontan.co.id, Kamis (24/1).
Menurutnya, semakin banyak kelompok sektor saham akan semakin memudahkan pembentukan ETF atau reksadana indeks yang spesifik. Meskipun begitu, jika ada perubahan sektor untuk saham tertentu, sebaiknya perlu ada pengkajian mendalam.
"Ini karena, bisa menyebabkan reksadana yang mengacu pada sektor tersebut harus melakukan perubahan. Tapi secara keseluruhan, menurut saya tidak ada dampak negatif, karena hanya menambah yang baru," ungkapnya.
Rudiyanto menilai, saat ini kategori sektor saham masih terlalu luas. Misalnya, Rudiyanto mencontohkan emiten United Tractors Tbk (UNTR) bergerak dalam industri alat berat, namun ada yang mengategorikan saham tersebut berada di sektor batubara. Contoh lainnya, sektor keuangan saat ini merupakan gabungan dari sektor bank, pasar modal, asuransi dan multifinance.
"Padahal, ada baiknya bisa dipisah juga. Dan sebaiknya, saham-saham juga bisa dievaluasi lagi sektornya," jelas Rudiyanto.
Di sisi lain, dia juga menilai tantangan untuk penambahan kelompok sektor saham, yakni likuiditas. Perlu dipertanyakan, apakah saham-saham dalam sektor tersebut cukup likuid atau tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News