Reporter: Harian Kontan, Harian Kontan | Editor: Noverius Laoli
Dalam menghadapi perubahan komposisi IHSG, investor tetap perlu memperhatikan fundamental dan risiko setiap saham, bukan hanya perubahan bobotnya di dalam indeks.
Investor dengan profil risiko konservatif dapat memprioritaskan saham berkapitalisasi besar dengan fundamental yang relatif kuat, termasuk perbankan dan perusahaan BUMN.
Sementara itu, investor moderat dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap pada saham blue chip non-HSC yang telah terkoreksi dalam, dengan tetap memperhatikan valuasi dan prospek bisnisnya.
Baca Juga: BEI Keluarkan Saham HSC dan Papan Akselerasi dari IHSG, Mampukan Meyakinkan MSCI?
Adapun investor agresif dapat mencermati saham HSC yang memiliki fundamental baik apabila tekanan jual membuat harganya turun secara berlebihan. Namun, strategi tersebut tetap memiliki risiko tinggi sehingga porsi investasi dan batas kerugian perlu dijaga.
Perubahan IHSG mulai November mendatang pada akhirnya lebih berkaitan dengan kualitas representasi indeks daripada pemulihan pasar secara langsung.
IHSG akan semakin mencerminkan pergerakan saham yang lebih terbuka untuk dimiliki publik, meski konsekuensinya adalah ketergantungan yang lebih besar pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














