kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45924,22   -11,30   -1.21%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Strategi Charlie Hospital (RSCH) Mentas dari Kerugian


Senin, 28 Agustus 2023 / 17:36 WIB
Begini Strategi Charlie Hospital (RSCH) Mentas dari Kerugian
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham?PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) di Bursa Efek Indonesia.


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini (28/8). Dalam perdagangan perdananya, harga saham RSCH menguat 13,91% ke posisi Rp 131 per saham dari harga IPO Rp 115 per saham.

Charlie Hospital Semarang menjadi emiten ke-64 yang melantai di BEI pada tahun ini. Charlie Hospital melepas sebanyak 530 juta saham baru atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sehingga RSCH berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 60,95 miliar.

Dana IPO Charlie Hospital Semarang akan digunakan tiga hal utama. Pertama, sekitar 48,92% akan digunakan RSCH untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Charlie Hospital Demak. Rumah sakit ini ditargetkan selesai pada Maret 2024.

Baca Juga: Charlie Hospital (RSCH) Alokasikan 49% Dana IPO untuk Rampungkan Rumah Sakit di Demak

Kedua, sekitar 50,47% bakal dipakai untuk pembelian alat medis. Ketiga, sekitar 0,61% dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja, modal operasional dan/atau pembelian persediaan RSCH.

RSCH meraup pendapatan Rp 33,03 miliar pada tahun 2022, turun 7,11% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 35,56 miliar. Charlie Hospital mencatat rugi bersih Rp 7,35 miliar pada tahun lalu. Kerugian ini berbalik dari laba Rp 2,74 miliar pada tahun 2021.

Berdasarkan prospektus IPO, Charlie Hospital mencatat pendapatan Rp 5,94 miliar pada Januari-Februari 2023, meningkat 46,67% dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,05 miliar. Kerugian bersih RSCH pada periode tersebut mencapai Rp 625,4 juta, turun drastis dari kerugian periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,39 miliar.

“Kami merugi karena kami ada pengadaan alat alat modern pasca pandemi,” kata Direktur Utama RSCH Junianto, Senin (28/8).

Baca Juga: Resmi Melantai, Saham Charlie Hospital (RSCH) Menguat 0,27% ke Rp 151 Per Saham

Menurut dia, pasca pandemi ini rumah sakit harus meng-update alat modern seiring dengan banyaknya mikroba-mikroba yang bahaya. Junianto menyebut, RSCH akan menggenjot kinerja dengan pengadaan alat yang lebih modern.

Apalagi, Charlie Hospital tidak memiliki pinjaman. Menurut prospektus IPO, rasio utang terhadap ekuitas RSCH hanya 4,29%.

Adapun menurutnya rumah sakit biasanya banyak tersedia di kota-kota besar. Sementara itu penduduk sudah banyak yang berpindah ke pinggiran kota. Membangun rumah sakit di pinggiran kota ataupun kota-kota kecil akan sangat membantu masyarakat. 

“Saya ingin mereka merasa tidak perlu bermacet-macet ria di Semarang, makanya kami buka di Kendal,” ucap Juniarto. 

Adapun layanan yang menopang pendapatan RSCH yang paling utama adalah BPJS yang menempati urutan pertama dan layanan umum menempati urutan kedua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×