kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Rencana Ekspansi dan Rekomendasi Saham PGEO yang Siap Masuk ke Bursa Karbon


Senin, 28 Agustus 2023 / 16:44 WIB
Begini Rencana Ekspansi dan Rekomendasi Saham PGEO yang Siap Masuk ke Bursa Karbon
ILUSTRASI. Kontribusi positif PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) (IDX: PGEO) kepada masyarakat turut diwujudkan di Area Lahendong, Sulawesi Utara. Begini Rencana Ekspansi & Rekomendasi Saham PGEO yang Siap Masuk ke Bursa Karbon


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyambut positif kehadiran Bursa Karbon yang sedang digagas oleh otoritas pasar modal. Entitas usaha Pertamina di bidang panas bumi ini siap ikut serta dalam pelaksanaan Bursa Karbon di Indonesia.

Bursa Karbon dinilai bisa memberikan insentif kepada perusahaan untuk berpartisipasi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. 

"Kami menyambut baik serta siap berkontribusi terhadap inisiatif Bursa Karbon sebagai alat yang dapat mendorong pengurangan emisi secara efisien," ungkap Manager Corporate Communication & Stakeholder Management PGEO, Muhammad Taufik, kepada Kontan.co.id, Senin (28/8).

Taufik melanjutkan, saat ini PGEO sedang fokus melakukan pengembangan bisnis untuk mencapai target kapasitas terpasang 1 Gigawattt (GW) dalam dua tahun mendatang. Guna mencapai target tersebut, PGEO tengah mengembangkan sejumlah proyek.

Baca Juga: Bagaimana Nasib IHSG Awal Pekan Ini (28/8)? Cek Rekomendasi Sahamnya

Di antaranya ada Proyek Lumut Balai unit 2 berkapasitas 55 Megawatt (MW), Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta implementasi co-generation di beberapa area lainnya. Proyek Lumut Balai Unit 2 sedang dalam fase review engineering secara intensif, persiapan konstruksi fasilitas produksi dan aktivitas test piling dan GPP Earthwork.

Sedangkan pada Proyek Hululais Unit 1 dan 2, PGEO sedang melakukan proses pembebasan lahan tambahan untuk fasilitas produksi. PGEO juga tengah menggelar lokakarya dengan PLN untuk penyelaraskan rencana operasi komersial alias Commercial Operation Date (COD).

 

Taufik bilang, saat ini PGEO berada pada posisi keuangan solid untuk tumbuh secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari tingkat Debt to Equity Ratio (DER) yang kuat, berada di kisaran 40% pada kuartal I-2023. 

"Dengan efisiensi yang dilakukan Perseroan, kami optimis akan mencapai pertumbuhan berkelanjutan," imbuhnya.

Baca Juga: Bekal Trading dan Investasi, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Ke depan, PGEO tetap fokus memperkuat posisinya di sektor energi baru dan terbarukan, khususnya panas bumi. "Menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau," tandas Taufik.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, PGEO menyampaikan kesiapannya untuk melancarkan ekspansi bisnis secara global. Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi mengungkapkan saat ini ada beberapa negara yang sudah menjadi target pasar PGEO, mulai dari Afrika, Eropa maupun Asia.

Pekan lalu, PGEO telah menjajaki kerja sama dengan Africa Geothermal International No.1 Limited (AGIL No.1) untuk mengembangkan potensi panas bumi pada konsesi Longonot di Kenya. Langkah kedua pihak ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).




TERBARU

[X]
×