kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Begini prospek industri reksadana di paruh kedua 2020


Kamis, 02 Juli 2020 / 21:37 WIB
Ilustrasi Reksadana pendapatan tetap.


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana diharapkan ikut membaik sejalan dengan perekonomian dalam negeri. Berkaca pada perkembangan sentimen yang mungkin terjadi di semester II-2020, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang diyakini masih akan mencatatkan kinerja positif.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, prospek industri reksadana berpotensi lebih baik hingga akhir 2020. Bahkan, dia memprediksi kinerja reksadana pendapatan tetap bisa lebih agresif di paruh kedua, disusul reksadana pasar pasar uang. 

"Pasar uang akan positif karena isinya deposito dan obligasi jangka pendek, meskipun ke depan return-nya akan kecil karena tren suku bunga rendah. Sedangkan pendapatan tetap akan diuntungkan lewat tren suku bunga dan relaksasi perbankan," kata dia, Kamis (2/7).

Baca Juga: Prospek industri reksadana bergantung pada sentimen Covid-19

Sedangkan untuk reksadana saham dan reksadana campuran, Rudiyanto meyakini ada perbaikan kinerja sejalan dengan  seiring dengan dibukanya kembali aktivitas ekonomi. 

Bahkan, Rudiyanto optimistis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di rentang 5.500 hingga 6.000 di akhir 2020. Hal itu tentu dapat mengerek kinerja reksadana berbasis saham. 

Adapun beberapa sentimen yang mempengaruhi kinerja industri di sisa tahun ini. Pertama, dampak dibukanya kembali aktivitas ekonomi. Apalagi jika aktivitas sekolah kembali dibuka, potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar. 

Kedua, sentimen penanganan dan persebaran Covid-19 bakal jadi perhatian pelaku pasar, khususnya terkait jumlah kasus dan progres vaksin. Ketiga potensi kembali masuknya asing ke pasar keuangan Indonesia seiring perbaikan ekonomi.

"Sentimen terakhir yang juga jadi sorotan yakni kondisi ekonomi seiring dengan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) di 3 November 2020 mendatang," tandasnya.




TERBARU

[X]
×