kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Prospek industri reksadana bergantung pada sentimen Covid-19


Kamis, 02 Juli 2020 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Uang koin sebagai ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bergantung pada perkembangan dan penanganan kasus Covid-19, kinerja industri reksadana Tanah Air ke depan diperkirakan masih sama seperti semester I-2020. Harapannya, pemulihan kasus Covid-19 bakal mengangkat kinerja saham, sekaligus memperbaiki prospek kinerja reksadana saham di sisa 2020. 

Data Infovesta Utama Rabu (1/7) menunjukkan kinerja reksadana saham catatkan penurunan yield paling banyak, sekitar 22,12% sejalan dengan penurunan IHSG. Selanjutnya, disusul penurunan reksadana campuran sebanyak 11,34%.

Sebaliknya, kinerja reksadana pasar uang mencatatkan pertumbuhan 2,42%, diikuti reksadana pendapatan tetap tumbuh 2,41%. Didukung kenaikan indeks obligasi korporasi yang naik 2,47% dalam enam bulann terakhir, sedangkan obligasi korporasi tumbuh 2,04%. 

Baca Juga: Tren kinerja reksadana lesu diprediksi berlanjut hingga akhir tahun

"Sampai dengan September 2020, trend (industri reksadana) diperkirakan masih akan tetap sama seperti semester I-2020," kata Direktur Bahana TCW Investment Soni Wibowo kepada Kontan.co.id, Kamis (2/7). 

Adapun untuk reksadana saham, Soni mengungkapkan bahwa sentimen positif baru akan muncul jika jumlah penderita Covid-19 mengalami penurunan. Syarat lainnya, ekonomi nasional bisa dibuka kembali.

"Dengan begitu, earning perusahaan akan membaik, dan saat itulah saham akan unggul," jelasnya. 

Untuk semester II-2020, Soni merekomendasikan reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan pilihan terakhir yakni reksadana saham. Meskipun begitu, Soni menilai reksadana saham belum bisa jadi pilihan menarik saat ini.

Baca Juga: Investor disarankan berani mengatur portofolio lebih agresif di semester dua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×