kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.028   11,00   0,06%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Bayan Resources (BYAN) Incar Pendapatan US$ 3,2 Miliar - US$ 3,4 Miliar di Tahun Ini


Senin, 05 Desember 2022 / 18:54 WIB
Bayan Resources (BYAN) Incar Pendapatan US$ 3,2 Miliar - US$ 3,4 Miliar di Tahun Ini
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengincar pendapatan tahunan sekitar US$ 3,2 miliar - US$ 3,4 miliar di sisa tahun 2022. Sejalan dengan target tersebut, BYAN mengejar rencana produksi sebesar 37 juta - 39 juta metrik ton (MT) batubara di sepanjang tahun 2022 dengan target volume penjualan yang mirip.

“Volume penjualan dicanangkan berada dalam kisaran 37 juta - 39 juta metrik ton,” tutur Direktur BYAN, Jenny Quantero dalam acara public expose, Senin (5/12).

Target pendapatan BYAN di tahun 2022 melampaui realisasi pendapatan tahun sebelumnya. Mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, BYAN membukukan pendapatan US$ 2,8 miliar dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk sebesar US$ 1,21 miliar. Capaian tersebut ditopang oleh volume penjualan batubara sebesar 40,4 juta MT di tahun 2021.

Sepanjang Januari-September 2022 lalu, BYAN telah merealisasikan produksi batubara 27,8 juta MT atau naik tipis dibanding produksi batubara Januari-September 2021 yang sebesar 27,3 juta ton.

byanBaca Juga: Bayan Resources (BYAN) Cetak Kinerja Moncer, Laba Bersih Melonjak 150%

Sementara itu, volume penjualan batubara BYAN di Januari-September 2022 sudah mencapai 28  juta ton, turun dibanding volume penjualan Januari-September 2021 yang mencapai 29,3 juta ton.

Meski begitu, penurunan volume penjualan tersebut dibarengi dengan kenaikan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Tercatat, ASP BYAN naik dari semula US$ 59,7 per MT di Januari-September 2021 menjadi US$ 119,4 per MT di Januari-September 2022.

Alhasil, BYAN membukukan pendapatan US$ 3,34 miliar di Januari-September 2022, melesat 91,42% dibanding pendapatan Januari-September 2021 yang sebesar US$ 1,74 miliar.

Seturut pendapatan yang menanjak, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih BYAN meroket 150,25% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari semula US$ 650,32 juta di Januari-September 2021 menjadi US$ 1,62 miliar di Januari-September 2022.

 

“Kenaikan ini (kenaikan kinerja) disebabkan oleh harga jual rata-rata yang meningkat,” tutur Jenny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×