kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Bayan Resources (BYAN) Incar Pendapatan US$ 3,2 Miliar - US$ 3,4 Miliar di Tahun Ini


Senin, 05 Desember 2022 / 18:54 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengincar pendapatan tahunan sekitar US$ 3,2 miliar - US$ 3,4 miliar di sisa tahun 2022. Sejalan dengan target tersebut, BYAN mengejar rencana produksi sebesar 37 juta - 39 juta metrik ton (MT) batubara di sepanjang tahun 2022 dengan target volume penjualan yang mirip.

“Volume penjualan dicanangkan berada dalam kisaran 37 juta - 39 juta metrik ton,” tutur Direktur BYAN, Jenny Quantero dalam acara public expose, Senin (5/12).

Target pendapatan BYAN di tahun 2022 melampaui realisasi pendapatan tahun sebelumnya. Mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, BYAN membukukan pendapatan US$ 2,8 miliar dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk sebesar US$ 1,21 miliar. Capaian tersebut ditopang oleh volume penjualan batubara sebesar 40,4 juta MT di tahun 2021.

Sepanjang Januari-September 2022 lalu, BYAN telah merealisasikan produksi batubara 27,8 juta MT atau naik tipis dibanding produksi batubara Januari-September 2021 yang sebesar 27,3 juta ton.

byanBaca Juga: Bayan Resources (BYAN) Cetak Kinerja Moncer, Laba Bersih Melonjak 150%

Sementara itu, volume penjualan batubara BYAN di Januari-September 2022 sudah mencapai 28  juta ton, turun dibanding volume penjualan Januari-September 2021 yang mencapai 29,3 juta ton.

Meski begitu, penurunan volume penjualan tersebut dibarengi dengan kenaikan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Tercatat, ASP BYAN naik dari semula US$ 59,7 per MT di Januari-September 2021 menjadi US$ 119,4 per MT di Januari-September 2022.

Alhasil, BYAN membukukan pendapatan US$ 3,34 miliar di Januari-September 2022, melesat 91,42% dibanding pendapatan Januari-September 2021 yang sebesar US$ 1,74 miliar.

Seturut pendapatan yang menanjak, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih BYAN meroket 150,25% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari semula US$ 650,32 juta di Januari-September 2021 menjadi US$ 1,62 miliar di Januari-September 2022.

 

“Kenaikan ini (kenaikan kinerja) disebabkan oleh harga jual rata-rata yang meningkat,” tutur Jenny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×