kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.723   4,00   0,02%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bawa dampak positif, penutupan kode broker bisa cegah perilaku ikut-ikutan investor


Kamis, 09 Desember 2021 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. Pegawai melintas di dekat monitor pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan penyesuaian sistem perdagangan bursa, salah satunya penutupan informasi kode broker selama jam perdagangan Bursa. Penutupan kode broker ini diterapkan mulai perdagangan Senin (9/12).

Menanggapi aturan anyar tersebut, CEO Big Alpha Tirta Prayudha mengatakan, kebijakan penutupan kode broker merupakan salah satu bentuk perhatian dari Bursa kepada investor ritel. 

Menurut Tirta, penerapan kebijakan penutupan kode broker sebenarnya merupakan sebuah tanda bahwa otoritas Bursa memperhatikan kondisi dan isu-isu di lapangan.

“Terutama terkait tindakan herding behavior (ikut-ikutan) para investor ritel yang terjadi di perdagangan saham,” ujar Tirta dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (9/12).

Menurut Tirta, jika mempertimbangkan pertumbuhan investor yang cukup pesat dalam satu tahun terakhir, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat. Kebijakan ini juga bertujuan sebagai insentif agar investor melakukan pekerjaan rumahnya sendiri sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Terutama bagi para investor pemula yang baru terjun ke pasar modal dalam negeri.

Baca Juga: Kode broker dihapus, perusahaan sekuritas akan aktif mengeluarkan riset saham

“Perlu diketahui, herding behavior di Bursa bisa memicu tindakan-tindakan yang bersifat spekulatif dan membuat pasar menjadi lebih tidak stabil dan memang sebaiknya diminimalisir,” ungkapnya.

Dengan diterapkannya kebijakan ini, Tirta berharap investor ritel bisa lebih bijak dalam bertransaksi saham, baik jika menggunakan analisa fundamental maupun analisa teknikal. Ia menambahkan, ada banyak sekali informasi lain yang bisa digunakan sebagai data points dalam menganalisa sebuah saham yang sudah tersedia luas.

Sebaiknya, investor ritel yang baru masuk ke Bursa bisa menggunakan informasi-informasi ini ketimbang sekadar mengikuti siapa membeli saham apa, tanpa tahu lebih dalam mengenai emiten tersebut. Meskipun pelaku pasar bisa mengtahui broker mana dan membeli saham apa, tentu akan jauh lebih sulit untuk mengetahui motif, alasan, serta kepentingan mereka membeli saham-saham tersebut.

Sementara itu, Founder & CEO Investabook Muhammad Alfisyahrin mengatakan, penutupan kode broker merupakan kebijakan yang positif untuk ekosistem pasar yang lebih sehat. Menurut dia, investor ritel harus sadar bahwa mereka memiliki keunggulan yang tidak dimiliki investor besar.

“Kita bisa berinvestasi di perusahaan bagus yang masih kecil dan belum terlalu likuid perdagangan sahamnya. Strategi mengekor investor besar dengan membaca kode broker justru berpotensi menjebak kita pada saham yang kita sebenarnya tidak benar-benar yakin dengan prospeknya,” pungkas dia.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widito Widodo menyebut, penutupan kode broker ini merupakan best practice yang telah diterapkan Bursa lain di mancanegara, dan secara umum telah memberikan banyak manfaat.

Baca Juga: Penutupan kode broker dan 3 fitur lainnya resmi berlaku, apa efeknya?

Dia menjabarkan, adanya sejumlah tujuan dari penutupan kode broker. Pertama, penutupan kode broker bisa meningkatkan tata kelola pasar yaitu membangun market governance dengan mengurangi praktik herding behaviour atau menggiring pasar ke saham-saham tertentu.

Kedua, mengarahkan investor untuk melakukan riset sebelum melakukan keputusan investasi dengan menggunakan filosofi analisis fundamental dan teknikal dalam pengambilan keputusan investasi saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×