kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Barito Pacific (BRPT) pangkas capex, ini kata analis senior CSA Research Institute


Kamis, 11 Juni 2020 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Dirut PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Rudy Suparman (kedua kiri), Direktur Andry Setiawan (kiri) dan Direktur Independen David Kosasih, berbincang usai menggelar acara Investor Gathering, di Jakarta, Senin (2


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memangkas alokasi belanja modal tahun ini dari US$ 525 juta menjadi US$ 185 juta. Pemangkasan tersebut sebagai upaya BRPT dalam menyikapi ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pemangkasan capex dapat menahan potensi pendapatan investasi.

Asal tahu saja, pemangkasan alokasi tersebut paling banyak  digunakan untuk proyek pembangunan pabrik Chandra Asri alias CAP II sebesar US$ 135 juta dari semula US$ 430 juta dan sisanya untuk Star Energy dari semula sekitar US$ 80 juta. BRPT memangkas capex demi optimalisasi operasional.

“Namun di sisi lain dapat membuat BRPT masih bisa survive di tengah kondisi seperti saat ini maka masih dapat di respon positif,” jelas Reza, Kamis (11/6).

Baca Juga: Barito Pacific (BRPT) pangkas capex jadi US$ 185 juta

Sebab, kinerja BRPT di kuartal I-2020 juga sudah terimbas Covid -19. Pendapatan bersih BRPT di kuartal I-2020 tercatat turun 10,10% menjadi US$ 610,6 juta, dari US$ 679,24 juta di kuartal I-2019.

Sementara itu EBITDA turun 40,4% menjadi US$ 96 juta dan laba bersih sesudah pajak sebesar US$ 14 juta turun sekitar 61,15% secara tahunan (yoy).

“Imbas dari turunnya permintaan global membuat kinerja BRPT tertekan. Akan tetapi  hal ini wajar karena mereka kan lebih banyak dapat dari TPIA, sementara permintaan bahan-bahan kimia juga lagi turun,” jelasnya.

Dus, BRPT akan kembali bisa meningkatkan kinerja apabila ada perbaikan ekonomi dan sejumlah industri terkait mengalami pemulihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×