kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Banyak yang tak memperhatikan, kurva imbal hasil AS sempat terbalik lagi!


Rabu, 29 Januari 2020 / 10:43 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera Amerika. REUTERS/Christian Hartmann


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Jajak pendapat Reuters menunjukkan, ekonomi China - terbesar kedua di dunia - diperkirakan akan berkembang pada laju paling lambat dalam tiga dekade terakhir pada tahun ini.

Baca Juga: Cegah risiko global, Gubernur BOJ dukung pengeluaran fiskal pemerintah lebih besar

Sejumlah analis juga harus bergulat dengan sinyal kontradiktif atas pertumbuhan di Amerika Serikat. Anggaran belanja bisnis yang melorot dan sektor manufaktur yang terkontraksi telah menjadi titik lemah bagi ekonomi AS. Di sisi lain, tingkat inflasi juga tetap rendah. Namun pertumbuhan lapangan pekerjaan masih solid, dengan tingkat pengangguran di level terendah dalam 50 tahun, dan belanja konsumen masih kuat.

Pada saat yang sama, kurva AS kerap berbalik arah sebelum resesi yang terjadi dalam 50 tahun terakhir. Dari periode tersebut, hanya sekali kurva terbalik ini memberikan sinyal salah. Meski demikian, inversi ini menawarkan beberapa petunjuk kapan resesi akan terjadi.

Baca Juga: Ekonom Bank Permata memprediksi BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%

Fenomena ini mungkin juga menjadi indikator resesi yang kurang efektif akhir-akhir ini, berkat ekspektasi inflasi yang rendah dan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dari The Fed dan bank sentral global lainnya.

"Pasar cukup nyaman dengan apa yang akan dilakukan Fed, dan itu bukan apa-apa," kata Gary Pollack, head of fixed-income trading, Deutsche Bank Private Wealth Management. "Aku masih di kubu bahwa indikator itu salah, tapi aku bisa saja salah."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×