kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Banyak penghalang meski batubara masih bullish


Selasa, 29 November 2016 / 09:49 WIB
Banyak penghalang meski batubara masih bullish


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Negara-negara maju semakin gencar memangkas penggunaan batubaral. Alhasil, penguatan harga komoditas ini terhambat.

Mengutip Bloomberg, Jumat (25/11), harga batubara kontrak pengiriman Desember 2016 di ICE Futures Exchange merosot 0,54% jadi US$ 92,50 per metrik ton. Tapi dalam sepekan terakhir, harganya melambung 6,50%.

Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menuturkan, gerakan penghentian penggunaan batubara semakin meluas. Sebelumnya Britania Raya, Belanda, Prancis, Jerman, Austria dan Denmark mengumumkan rencana menghentikan penggunaan si hitam ini di 2035–2040.

Setelah itu, menyusul Finlandia dan Kanada menyatakan niatan tidak memakai batubara. Isu lingkungan inilah yang jadi penyebab utama koreksi harga batubara.

Tidak hanya itu, International Energy Agency (IEA) melaporkan, penggunaan gas alam untuk pembangkit listrik di AS lebih tinggi ketimbang batubara. Pelaku pasar pun melihat permintaan batubara akan terus turun. “Harga batubara juga mengalami koreksi teknikal,” kata Deddy.

Untunglah, permintaan batubara di sejumlah negara masih tinggi. Per Oktober 2016, impor batubara China dari Korea Selatan tercatat naik 1,23% menjadi 1,82 juta ton.

Ini jadi kenaikan pertama setelah dalam tiga bulan terakhir terus merosot. Selain itu, ekspor batubara Australia ke China juga kembali naik ke level 1,60 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya.

“Seperti yang saya duga, permintaan batubara, khususnya dari China dan negara Asia lainnya, masih akan sangat tinggi meski negara-negara maju terus mengurangi penggunaan batubara,” papar Deddy.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×