Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 239 miliar pada 2026 untuk mendukung ekspansi infrastruktur telekomunikasi.
Rencannya, BALI akan menambah sekitar 62 unit micro cell pole (MCP), 500 titik VSAT RTGS dan tambahan 20.000 home-passed baru.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat mengatakan fokus utama BALI adalah memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 32.000 Menjadi Rp 2.738.000 per Gram pada Sabtu (6/6)
"Pada 2026, kami akan fokus pada pemasaran yang lebih intensif, optimalisasi lokasi menara, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan ekspansi home-passed," ujarnya, jelasnya dalam paparan publik, Jumat (5/6).
Selain itu, kata Lily, manajemen BALI akan melanjutkan pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik di sejumlah lokasi strategis.
"Kami juga akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur Micro Cell Pole guna mendukung digitalisasi kota," ucapnya.
Sejalan dengan rencana tersebut, BELI menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,225 triliun pada 2026 dengan EBITDA margin sebesar 69,49%.
Sebagai gambaran, BALI membukukan pendapatan sebesar Rp 1,239 triliun di sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh 18,45% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, EBITDA tercatat sebesar Rp 834 miliar. EBITDA margin BALI juga terjaga pada level 67%.
Hingga akhir 2025, BALI mengelola 3.762 site menara dengan total 1.899 penyewa yang berasal dari berbagai segmen pelanggan.
Di bisnis FTTX, jumlah home-passed mencapai 274.311 unit. Jumlah pelanggan residensial tercatat 59.956 pelanggan hingga akhir 2025. Sementara itu, pelanggan korporasi mencapai 1.452 pelanggan
Adapun jumlah VSAT RTGS yang beroperasi telah mencapai 6.282 titik. Pada 2025, BALI juga mendirikan PT Paramitra Teknologi Pintar dan mengakuisisi PT Jelajah Data Semesta secara bertahap.
Baca Juga: Saham Teknologi dan Chip Rontok, Wall Street Akhiri Reli Sembilan Pekan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













