kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bahana TCW Lihat Peluang Menjanjikan Industri Reksadana Hingga Akhir 2023


Selasa, 20 Juni 2023 / 13:52 WIB
Bahana TCW Lihat Peluang Menjanjikan Industri Reksadana Hingga Akhir 2023
ILUSTRASI. Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) membukukan pertumbuhan kinerja positif


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) membukukan pertumbuhan kinerja positif, meski kondisi pasar keuangan Indonesia dalam setahun terakhir bergerak cukup fluktuatif. Ke depan, industri reksadana dinilai masih menjanjikan hingga akhir tahun 2023.

Direktur Bahana TCW Danica Adhitama melihat prospek reksadana ke depan masih sangat menarik yang tercermin dari peningkatan signifikan jumlah single investor identification (SID). Bahana TCW memiliki sebanyak 172.248 SID hingga akhir Mei 2023, atau naik hingga 51,83% dalam lima bulan pertama tahun ini.

“Didukung oleh semakin beragamnya platform digital yang memudahkan investor ritel untuk bisa memilih jenis reksa dana yang mereka inginkan, sesuai dengan besarnya dana dan profil risiko masing-masing,” ujar Danica dalam siaran pers, Selasa (20/6).

Danica memaparkan, Asset Under Managemet (AUM) atau total nilai aset reksadana yang dikelola tumbuh sebesar 11,3% sejak awal tahun hingga Mei 2023 atau setara dengan Rp 4,6 triliun. Secara total, dana kelolaan Bahana TCW mencapai Rp 45,67 triliun.

Baca Juga: Menimbang Investasi di Deposito, Reksadana, dan Obligasi, Mana yang Menarik?

Bila dilihat berdasarkan jenisnya, hampir seluruh jenis reksadana kelolaan anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini menunjukkan peningkatan AUM, selama lima bulan pertama 2023.

Tiga pencapaian terbesar dicatat oleh reksadana terproteksi yang berhasil meraup Rp 2,8 triliun, disusul oleh reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 797 miliar dan reksadana pasar uang sebanyak Rp 426 miliar.

Menurut Danica, reksadana terproteksi mencatat pencapaian tertinggi karena investor menginginkan hasil investasi yang maksimal di tengah-tengah kondisi pasar yang fluktuatif dengan nilai pokok investasi yang dilindungi.

Reksadana ini menempatkan mayoritas dana investor pada produk surat utang hampir sama halnya dengan reksadana pendapatan tetap, sesuai dengan prospek surat utang yang diperkirakan Bahana cukup positif sepanjang tahun ini.

Data Bloomberg menunjukkan di sepanjang tahun ini, kurs nilai tukar rupiah telah menguat sekitar 4,2%, indeks Surat Berharga Negara (SBN) naik sebesar 6,16%, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) tertekan sebesar 2,2%.

Baca Juga: Reksadana ETF Disebut Beri Cuan Lebih Gede Dari Aset Lainnya

“Reli di pasar obligasi negara membuka peluang kenaikan nilai saham domestik terutama setelah lonjakan harga saham di bursa Amerika Serikat membuat valuasi Indonesia relatif murah,” ujar Ekonom Bahana TCW, Budi Hikmat.

Budi mengungkapkan, beberapa produk Bahana TCW sudah melihat potensi menguatnya pasar, sehingga masih ada ruang bagi investor untuk masuk ke pasar reksadana.

Produk Bahana Obligasi Ganesha kelas D menjadi favorit para investor karena menawarkan fitur pembagian dividen setiap bulannya. Sedangkan Makara Prima berupa reksadana pendapatan tetap dengan minim volatilitas, cocok untuk investor yang konservatif dan moderat.

Reksadana pasar uang cukup diminati investor karena pergerakan harga pasar uang cenderung stabil dibanding reksadana lainnya seperti reksa dana saham yang sifatnya lebih agresif.  Bahana Dana Likuid adalah salah satu reksadana pasar uang pilihan investor konservatif sebab pergerakannya tidak terlalu fluktuatif.

“Beberapa investor memilih untuk memarkir dananya pada reksadana pasar uang, saat pasar saham tertekan,” kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×