kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Awas, profit taking membayangi rupiah


Senin, 16 November 2015 / 08:25 WIB
Awas, profit taking membayangi rupiah


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah terpuruk pekan lalu, nilai tukar rupiah memiliki asa penguatan dengan dukungan data domestik.

Ada sentimen positif dari defisit neraca berjalan Indonesia kuartal III sekitar US$ 4 miliar atau 1,86% dari produk domestik bruto. "Data ini dirilis setelah penutupan perdagangan sehingga belum sempat direspons pasar," kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Awal pekan ini, rupiah menunggu sokongan data neraca perdagangan yang diprediksi surplus. Sentimen eksternal berupa penjualan ritel dan inflasi produsen AS lebih rendah ketimbang harapan.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, pelaku pasar mengambil untung akibat omongan pejabat The Fed. Dari dalam negeri, "Laporan penjualan kendaraan bermotor menurun," papar Christian.

Ia memprediksi, hari ini rupiah akan melemah di  Rp 13.620 – Rp 13.735 per dollar AS. Josua memperkirakan, rupiah menguat di Rp 13.550 – Rp 13.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×