kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Awas, profit taking membayangi rupiah


Senin, 16 November 2015 / 08:25 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah terpuruk pekan lalu, nilai tukar rupiah memiliki asa penguatan dengan dukungan data domestik.

Ada sentimen positif dari defisit neraca berjalan Indonesia kuartal III sekitar US$ 4 miliar atau 1,86% dari produk domestik bruto. "Data ini dirilis setelah penutupan perdagangan sehingga belum sempat direspons pasar," kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Awal pekan ini, rupiah menunggu sokongan data neraca perdagangan yang diprediksi surplus. Sentimen eksternal berupa penjualan ritel dan inflasi produsen AS lebih rendah ketimbang harapan.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, pelaku pasar mengambil untung akibat omongan pejabat The Fed. Dari dalam negeri, "Laporan penjualan kendaraan bermotor menurun," papar Christian.

Ia memprediksi, hari ini rupiah akan melemah di  Rp 13.620 – Rp 13.735 per dollar AS. Josua memperkirakan, rupiah menguat di Rp 13.550 – Rp 13.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×