Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komoditas emas menjadi instrumen investasi yang mencetak return tertinggi. Berdasarkan data yang diolah Kontan, emas spot mencetak return 67,38% secara year on year (yoy) dan 8,18% secara month on month (mom) per Januari 2026. Sementara return emas Antam mencapai 92,59% secara yoy dan 24,75% secara mom per Januari 2026.
Pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas sepanjang Januari dipengaruhi kombinasi berbagai sentimen global. Antara lain spekulasi suku bunga the Fed, faktor geopolitik, dan permintaan – penawaran emas.
Baca Juga: Harga Emas Rentan Turun Pada Pekan Depan, Tapi Peluang Rebound Masih Ada
Memasuki Februari, Ibrahim melihat harga emas mengalami penurunan. Ia meyakini pergerakan harga emas ke depan akan dipengaruhi sejumlah hal. Pertama, Presiden AS Donald Trump memilih Kevin Warsh sebaga kandidat ketua The Fed selanjutnya. Reaksi pasar membuat harga emas menurun karena saat sebelumnya menjabat Gubernur Bank Sentral, Warsh tetap mempertahankan suku bunga, bahkan menaikkan suku bunga, dan kontraproduktif dengan pemerintah.
Selain itu, di salah satu negara bagian Minneapolis telah terjadi demonstrasi besar – besaran terkait imigran gelap dan membuat kegaduhan. Negara bagian tersebut adalah basis Partai Demokrat sehingga Demokrat kemungkinan besar dalam pekan ini akan rapat untuk menangguhkan pendanaan pemerintahan federal.
Baca Juga: Harga Emas Spot Melanjutkan Koreksi pada Senin (2/2/2026) Pagi, Aksi Jual Berlanjut
“Ini yang membuat harga emas dunia terjun bebas dan logam mulia mengalami penurunan,” ucap Ibrahim saat dihubungi Kontan, Senin (2/2/2026).
Di samping itu, Ibrahim menilai harga emas juga berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini didukung oleh sentimen geopolitik di Timur Tengah. AS disebut tengah melakukan diskusi dengan Israel dan Arab mengenai Iran. “Saya mengkhawatirkan perang akan terjadi di Timur Tengah sehingga harga emas mengalami kenaikan,” kata Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, perang Rusia – Ukraina dan ketegangan perdagangan AS dengan sejumlah negara juga dapat kembali mendongkrak harga emas. Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia berpotensi mencapai US$ 5.700 per troi ons dan harga emas Antam mencapai Rp 3,6 juta per gram pada kuartal I – 2026.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 167.000 Per Gram Jadi Rp 3.027.000, Senin (2/2)
Selanjutnya: Iklim Makroekonomi Diproyeksi Tetap Suportif Bagi Pasar Obligasi
Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













