kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.008   45,00   0,25%
  • IDX 5.777   81,50   1,43%
  • KOMPAS100 750   14,74   2,01%
  • LQ45 569   12,13   2,18%
  • ISSI 200   1,70   0,86%
  • IDX30 322   6,65   2,11%
  • IDXHIDIV20 396   7,30   1,88%
  • IDX80 85   1,69   2,03%
  • IDXV30 108   1,37   1,29%
  • IDXQ30 104   1,75   1,72%

Aussie masih tak berdaya di depan the greenback


Kamis, 16 Februari 2017 / 19:32 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pertambahan angka tenaga kerja Australia Januari 2017 yang lebih kecil dari bulan sebelumnya jadi ganjalan terbesar lompatan aussie. Efeknya AUD/USD pun gagal bergerak menguat di perdagangan hari ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (16/2) pukul 17.13 WIB pasangan AUD/USD tergerus 0,25% ke level 0,7691 dibanding hari sebelumnya.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka menjelaskan sajian data ekonomi Australia terhitung mixed. Di satu sisi memang tingkat pengangguran Australia Januari 2017 turun positif dari 5,8% menjadi 5,7%.

Namun di sisi lain, angka tenaga kerjanya hanya bertambah 13.500 orang atau lebih kecil dari bulan sebelumnya yang mencapai 16.300 orang. “Faktor ini menenggelamkan performa aussie sehingga gagal memanfaatkan penguatannya di tengah pelemahan yang terjadi pada sisi USD,” tutur Wahyudi.

Memang pasca pidato kedua Gubernur The Fed, Janet Yellen pada Kamis (16/2) dini hari, USD kehilangan kekuatannya. Sebab, meski Yellen menegaskan peluang kenaikan suku bunga tetap terjaga dalam waktu dekat, namun Yellen masih terus memantau dan mempertimbangkan arah kebijakan Trump sebelum menaikkan suku bunga.

Ditambah tidak adanya kepastian kapan waktu kenaikan suku bunga akan dikerek, maka pasar memandang pesimis pernyataan Yellen tersebut. Hanya saja USD memiliki daya tahan dari rilis data inflasi Januari 2017 yang tumbuh signifikan dari 0,3% menjadi 0,6%.

Nantinya rilis data izin bangunan, dan pembangunan rumah baru akan menjadi penentu pergerakan AUD/USD selanjutnya. “Kalau data tersebut positif seperti dugaan maka AUD/USD bisa tertekan kian dalam, namun jika sebaliknya maka ada peluang terjadinya rebound terbatas,” ungkap Wahyudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×