kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

AUD/USD menanti sinyal lebih jelas


Kamis, 23 Februari 2017 / 20:58 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Data buruk jadi penyebab koreksi tipis yang dialami AUD/USD hari ini. Mengutip Bloomberg, Kamis (23/2) pukul 16.48 WIB pairing AUD/USD yang melemah 0,18% di level 0,7689 dibanding hari sebelumnya.

Sri Wahyudi, Research and Analyst Garuda Berjangka ikut menambahkan perihal pelemahan AUD/USD yang terjadi akibat buruknya performa data ekonomi terbaru Australia. Memang data pengeluaran modal Australia Januari 2017 merosot ke level minus 2,1% atau di bawah perkiraan pasar yang hanya minus 0,4%.

Belum lagi koreksi yang diderita oleh harga komoditas ikut membebani pergerakan aussie sepanjang hari. “Keadaan menjadi kontras dengan USD yang sedikit tertolong oleh penguatan akibat harapan membaiknya kondisi ekonomi di AS,” kata Wahyudi.

Jika berbicara soal the greenback. Mata uang Negeri Paman Sam ini sebenarnya juga tergolong dalam ketidakpastian. Meski hasil risalah FOMC menunjukkan peluang The Fed menaikkan suku bunga tiga kali tahun 2017 ini terjaga, namun keragu-raguan The Fed akibat penantian kebijakan Presiden Donald Trump ke depannya jadi penahan penguatan signifikan USD.

Meski demikian ia memperkirakan pasangan AUD/USD masih akan cenderung melanjutkan pelemahan. “Sekarang yang dinanti adalah pidato Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe, kalau masih sama seperti sebelumnya, maka AUD akan melemah lagi,” tutur Wahyudi.

Pada pidato sebelumnya Lowe memang mengatakan GDP Australia tetap di level 3% dan inflasi dipatok di 2% namun tidak disampaikan apa cara yang akan ditempuh RBA untuk mewujudkan hal ini.

Pasar memandang ekonomi Australia belum cukup baik terutama dengan sajian data ekonominya yang kurang memuaskan. Sehingga target tersebut diragukan bisa tercapai. “Ketegasan dari Lowe dinanti kalau nggak tegas ya nanti USD kembali mendominasi,” jabar Wahyudi.

Namun di sisi lain, pasar juga menanti pidato yang akan disampaikan oleh Gubernur The Fed negara bagian Dallas, Robert Kaplan.

Apabila Kaplan mengisyaratkan persetujuannya akan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat maka USD bisa perkasa lagi. Tapi jika sebaliknya bukan tidak mungkin AUD/USD pun unggul. “Meski begitu akan terjadi tarik menarik dan pergerakan cenderung konsolidasi,” ujar Wahyudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×