kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,15   -10,44   -1.05%
  • EMAS999.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Astra Otoparts (AUTO) Memperoleh Dampak Positif dari Stimulus PPnBM


Sabtu, 24 September 2022 / 16:26 WIB
Astra Otoparts (AUTO) Memperoleh Dampak Positif dari Stimulus PPnBM
ILUSTRASI. Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil bakal berakhir pada akhir September 2022. KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil bakal berakhir pada akhir September 2022 mendatang. Sejauh ini, insentif PPnBM turut mendorong kinerja emiten otomotif dan komponennya.

Direktur Astra Otoparts (AUTO) Wanny Wijaya mengungkapkan, relaksasi PPnBM menjadi salah satu stimulus yang mendorong permintaan industri otomotif di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Saat pandemi Covid-19 menghantam, semua sektor industri dalam negeri terkena dampaknya, tidak terkecuali industri otomotif. AUTO sebagai salah satu pemain di industri otomotif khususnya komponen otomotif juga mengalami tantangan yang cukup berat.

Wanny bilang, AUTO memperoleh dampak positif sejalan dengan adanya stimulus PPnBM yang dikeluarkan oleh pemerintah. Permintaan kendaraan yang meningkat diikuti oleh kenaikan demand komponen otomotif di luar dari pasar aftermarket.

Oleh karena itu, sejak diterapkannya stimulus PPnBM membuat level utilisasi AUTO secara gradual meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2020 saat pandemi pertama muncul di Indonesia.

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan di Atas Industri, Begini Strategi Astra Otoparts (AUTO)

"Insentif ini juga mendorong tingkat penjualan komponen otomotif, utamanya di segmen manufaktur yang terlihat dari kenaikan penjualan kami di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020, yang berlanjut juga di tahun 2022 ini," papar Wanny pada Kontan, Senin (19/9).

Hingga semester pertama tahun ini, AUTO membukukan pendapatan senilai Rp 8,58 triliun atau naik sekitar 20% dari periode yang sama tahun lalu Rp 7,15 triliun. Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bersih AUTO juga tumbuh menjadi Rp 432,49 miliar pada semester pertama tahun ini, dari laba bersih Rp 267,06 miliar.

Dengan berakhirnya insentif PPnBM, ia berharap tidak serta merta membuat demand terhadap kendaraan menjadi turun. Wanny mengaku belum merevisi target sejalan dengan penghapusan insentif ini.

Jika mengacu kepada target asosiasi baik itu asosiasi kendaraan roda empat maupun roda dua, belum ada perubahan target hingga saat ini. Sehingga, sambungnya, sebagai pemain di industri otomotif khususnya komponennya berharap penjualan di tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×