kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Arah IHSG Dinilai Masih Bearish, Investor Perlu Cermati Sentimen Ini


Kamis, 30 April 2026 / 13:37 WIB
Arah IHSG Dinilai Masih Bearish, Investor Perlu Cermati Sentimen Ini
ILUSTRASI. Pergerakan indeks harga saham gabungan (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini dinilai masih berada dalam tren bearish yang cukup kuat.

Sebagai informasi, indeks melemah 174,67 poin atau 2,46% ke 6.926,54 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (30/4/2026). 

Head Investment Specialist Bahana Sekuritas, Chisty Maryani melihat IHSG masih bergerak dalam fase bearish yang kuat, dengan area support terdekat di level 6.800. 

Dari perspektif teknikal, potensi penguatan baru akan muncul apabila indeks berhasil menembus level 7.300 sebagai resistance kunci. 

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,34% ke Rp 17.385 per Dolar AS pada Kamis (30/4) Siang

"Saya melihatnya IHSG masih lebih cenderung ke arah tertekan dibanding reversal," kata Chisty kepada Kontan, Kamis (30/4/2026).

Proyeksi IHSG di Mei 2026

Untuk periode Mei 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam kecenderungan melemah dengan rentang support di level 6.800 dan resistance kuat di 7.300. Level 6.800 dinilai sebagai area penopang sekaligus peluang akumulasi.

Sementara itu, kisaran 7.100–7.200 menjadi resistance awal yang perlu diperhatikan.

"Secara fundamental, outlook 2026 masih positif. Diliat dari beberapa indikator, yakni inflasi dalam negeri yang masih stabil, dan selama pergerakan stabilisasi nilai mata uang rupiah kita masih cukup kuat," tambahnya.

Sentimen Penggerak IHSG

Dari sisi risiko, tekanan terhadap IHSG masih didominasi oleh faktor eksternal. Beberapa di antaranya adalah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mereda, yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026. Risiko lain datang dari potensi net sell investor asing di pasar emerging market seperti Indonesia, seiring tingginya permintaan terhadap dolar AS yang tercermin dari penguatan indeks dolar (DXY), serta volatilitas harga energi dan komoditas.

Baca Juga: IHSG Ambruk ke 6.926 di Sesi I Kamis (30/4), Ada Peluang Rebound di Sesi II?

Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor penopang. Valuasi IHSG dinilai semakin menarik setelah koreksi sekitar 19% sejak awal tahun (year to date), dengan price to earnings ratio (PER) yang kini berada di kisaran 14 kali. Selain itu, peluang rotasi sektor, stabilitas makroekonomi domestik—termasuk inflasi yang terkendali dan konsumsi yang tetap tumbuh serta momentum musim pembagian dividen turut menjadi katalis positif.

Chisty merekomendasikan investor untuk mencermati sejumlah saham, antara lain sektor CPO seperti TAPG dan DSNG, sektor konsumer seperti ULTJ, CMRY, dan ICBP, serta sektor semen seperti SMGR dan INTP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×