Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aset kripto diproyeksikan masih bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Berdasarkan situs CoinMarketCap.com pada Rabu (11/03/2026) pukul 18.33 WIB bitcoin secara harian mengalami penurunan sebesar 1,50% menjadi US$ 69.548, Ethereum dalam sehari turun 1,89% menjadi US$ 2.025, Solana dalam sehari turun 1.97% menjadi US$ 85,09.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan arah pasar kripto masih cenderung netral dan bergerak dalam rentang konsolidasi serta menunggu katalis baru.
Baca Juga: Bitcoin dan Aset Kripto Lain Bergerak Volatil di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
"Secara teknikal, level support penting Bitcoin berada di sekitar $69.659 dan $68.303, sementara potensi kenaikan berada di area $71.338," ujar Fyqieh kepada Kontan pada Rabu (11/3/2026).
Ia mengatakan faktor yang paling diperhatikan pasar dalam waktu dekat adalah data inflasi AS (CPI) serta keberlanjutan arus masuk ke spot Bitcoin ETF, yang sebelumnya sempat pulih dengan inflow sekitar $167 juta.
Baca Juga: Harga Bitcoin Cs Fluktuatif, Analis Sarankan Investor Terapkan Strategi Ini!
"Jika sentimen makro mendukung, Bitcoin berpotensi kembali menguji level di atas $70.000," sambung Fyqieh.
Sementara itu, analis Reku, Andri Fauzan menyebut tren pergerakan kripto positif dalam jangka panjang, tetapi volatil pada tahun 2026.
"Positif jangka panjang tapi volatil di 2026. Prediksi Bitcoin: $75,000-$120,000, dengan konsolidasi/ pullback jangka pendek," ujar Andri.
Andri menilai altcoin tertinggal karena Bitcoin dominance tinggi. Selain itu, ia berpendapat terdapat risiko bearish jika resesi atau inflasi naik.
Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh US$ 69.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












