kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Apa yang menyebabkan bursa Asia kehilangan gairah?


Senin, 01 Oktober 2012 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Penggemar rokok elektrik atau Vape menunjukan kebolehannya disela acara 'I Choose to be Healthier' di Bandung, Jawa Barat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Menjelang sore, mayoritas bursa Asia mencatatkan penurunan. Pada pukul 15.09 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5% menjadi 121,88. Dalam setiap dua saham yang turun, terdapat satu saham yang naik.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,8% setelah Perdana Menteri Yoshihiko Noda menunjuk Koriki Jojima menjadi menteri keuangan dan meresufel sebagian kabinetnya.

Penurunan juga terjadi pada indeks Taiex Taiwan sebesar 0,5% dan Strait Times Index sebesar 0,4%. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia tak banyak perubahan pada transaksi hari ini.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Asia antara lain: Toyota Motor Corp yang turun 1,7%, Nippon Shokubai Co anjlok 13%, dan BEC World Pcl yang merosot 20%. Sedangkan Arrium Ltd berhasil melompat 25% di Sydney setelah menolak penawaran akuisisi dari sejumlah perusahaan yang dipimpin oleh Noble Group Ltd.

Sentimen negatif yang mempengaruhi gerak bursa Asia adalah pesimisme pelaku bisnis manufaktur Jepang dan penurunan indeks manufaktur China di tengah perlambatan ekonomi global yang telah memangkas tingkat ekspor perusahaan Asia.

"Pelaku pasar harus menurunkan asumsi mereka untuk pertumbuhan ekonomi. Pada pekan ini, pasar akan bergerak fkat mengingat banyak pasar yang tidak beroperasi," jelas Tim Schroeders, analis Pengana Capital Ltd di Melbourne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×