kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Anggaran belanja BWPT melonjak tahun depan


Jumat, 21 November 2014 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Musim Kemarau: Petani memotong sisa padi di lahan pertanian yang kering di Desa Lulut, Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT BW Plantation Tbk (BWPT) akan  meraih dana segar sebesar Rp 10,8 triliun dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue 85,71% saham. Rencananya, BWPT akan menggunakan dana itu untuk mengakusisi Grup Green Eagle seharga Rp 10,53 triliun.

Dus, aksi ini akan membuat belanja modal atau capital expenditure (capex) BWPT melonjak. Pasalnya, land bank yang dimiliki menjadi 400.000 hektar dengan lahan tertanam 147.000 hektar. Kemudian, volume produksi Crude Palm Oil (CPO) dengan penggabungan bisnis ini pun meningkat dua kali lipat.

"Kita masih mau memfinalisasi anggaran kita dan Green Eagle," ungkap Direktur Keuangan BWPT Kelik Irwantono, kepada KONTAN, Jumat, (21/11).

Tahun ini, BWPT menganggarkan capex Rp 700 miliar. Meski begitu, Kelik mengaku bahwa jumlah tersebut tak akan terserap semuanya. Capex BWPT ini digunakan untuk perawatan lahan immature dan penanaman, pembangunan jetty dan jalan dari mill ke jetty, serta pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×