Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Dupla Kartini
Tahun ini AGII ingin memperluas pasar di Indonesia bagian Timur. Ini merupakan salah satu strategi mereka di tengah persaingan bisnis gas non-energi berupa oksigen murni dan nitrogen di Jawa yang semakin ketat. Belakangan, pemain gas asal Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat merapat ke Indonesia.
Karakter bisnis pemain asing berbeda dengan AGII. Rata-rata perusahaan asing hanya memiliki satu hingga dua pabrik besar di Jawa. Sementara AGII punya 44 pabrik dengan ukuran lebih kecil. Tapi, bisnis mereka menjalar di Jawa dan luar Jawa.
Untuk memperdalam pasar Indonesia Timur, AGII akan menambah filling station atawa stasiun pengisian gas di 13 provinsi baru. Misalnya, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara. Saat ini, AGII memiliki 80 filling station di 22 provinsi.
Sejauh ini, penjualan luar Jawa baru berkontribusi 40% dari total pendapatan AGII. Dalam tiga sampai lima tahun, Aneka Gas ingin menguasai pasar nusantara dengan bercokol di 35 provinsi.
Heyzer mengklaim, sudah ada lima filling station dalam proses penyelesaian. Untuk melancarkan rencana ini, AGII menganggarkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar sampai tahun depan. Tahun ini, AGII membelanjakan Rp 50 miliar–Rp 100 miliar.
Target pasar utama AGII adalah sektor kesehatan, penyerap utama produk oksigen. Perusahaan yang awal berdiri bernama NV WA Hoek Machine en Zuurstof ini mengklaim, hampir 80% rumah sakit di tanah air menggunakan oksigen mereka.
Sentimen positif bagi AGII ialah amnesti pajak, penurunan bunga perbankan, belanja infrastruktur pemerintah, serta sektor kesehatan yang masih menggeliat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News