kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: WSKT perlu cari margin tinggi di tol


Minggu, 13 Juli 2014 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mendorong penggunaan skema KBPU untuk mempercepat penyediaan infrastruktur di IKN. Foto Ist Kementerian PUPR


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah mencari pendanaan eksternal untuk pembangunan proyek tol Pejagan-Pemalang, Jawa Timur. Selain berencana menerbitkan obligasi, emiten pelat merah ini juga tengah dalam proses penjajakan pinjaman perbankan senilai Rp 1,7 triliun sampai Rp 2 triliun.

Analis MNC Securities Reza Nugraha melihat bahwa proyek tol ini merupakan diversifikasi yang WSKT lakukan. Namun, pembangunan tol umumnya memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding gedung. Maka dari itu, Reza merasa proyek tol tersebut akan menguntungkan jika marginnya lebih tinggi.

"Kalau di atas 10% itu menarik," ujarnya.

Ia menyarankan, proyek tol ini akan menguntungkan bagi WSKT apabila dapat mengalihkan proyek tersebut dengan margin sekitar 7% sampai 11%. Ini lebih tinggi dibanding margin konstruksi gedung yang biasanya di bawah 6%.

Menurut Reza, WSKT sebenarnya memiliki prospek menarik. Hanya saja, emiten ini memiliki kendala likuiditas yang lebih rendah dibanding kompetitornya. Apalagi, sektor konstruksi cenderung bersifat padat modal. Dengan besarnya nilai proyek, kas yang tipis bisa menjadi tekanan.

Ia memperkirakan, sektor konstruksi dapat tumbuh 20% sampai 25% tahun ini. Saham WSKT tutup di harga Rp 770. Reza merekomendasikan hold dengan target harga Rp 810.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×