kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Analis: Suplai seret, harga CPO di kuartal pertama terus melaju


Senin, 24 Januari 2011 / 12:23 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kekhawatiran terhadap seretnya pasokan minyak nabati global terus memicu lonjakan pada harga minyak sawit mentah alias CPO. Bahkan, harga CPO melaju ke dekat level tertingginya di bulan ini.

Hingga pukul 12.15 WIB, CPO untuk kontrak pengiriman April 2011 di bursa berjangka Malaysia (MDE) naik 1,9% ke level US$ 1.247,63 per ton, dari posisi akhir pekan lalu di US$ 1.224,24 per ton.

Suplai minyak nabati diperkirakan akan terpangkas akibat penurunan musiman produksi, dan cuaca kering yang mengancam panen kedelai di Argentina. Sementara, Malaysian Palm Oil Board menyebutkan, produksi CPO Malaysia berkurang 15,5% menjadi 1,23 juta ton selama Desember.

"Harga minya sawit mentah akan terus melaju selama kuartal pertama, karena krisis pasokan yang terjadi di industri minyak nabati," ujar Bernard Ching, analis ECM Libra Sdn Capital.

Harga minyak sawit dan kedelai sudah naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun karena kekhawatiran seretnya pasokan yang mengancam panen di Amerika Latin. Apalagi, faktor banjir menggangu panen sawit di Indonesia dan Malaysia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×