kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.850   7,00   0,04%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Analis rekomendasikan beli saham WSBP


Senin, 24 Oktober 2016 / 20:00 WIB
Analis rekomendasikan beli saham WSBP


Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski baru listing di Bursa Efek Indonesia, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sudah menunjukkan kinerja yang cukup baik sampai kuartal tiga tahun ini. Anak usaha perusahaan pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini telah membukukan kontrak baru Rp 7,45 triliun di sembilan bulan tahun ini. Capaian tersebut setara 94,3% dari target sampai akhir tahun 2016 yaitu Rp 7,9 triliun.

Penambahan kontrak yang signifikan diperoleh WSBP dari proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi seksi 2, 3 dan 4 senilai Rp 770 miliar. Beberapa proyek tol yang diperoleh adalah jalan tol Cimanggis-Cibitung, jalan tol Pasuruan-Probolinggo, jalan tol Pemalang-Batang dan jalan tol Batang-Semarang.

Analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mengatakan WSBP akan menjadi penerima benefit dari percepatan pembangunan infrastruktur. Meskipun terhitung baru, WSBP telah menguasai sekitar 28% dari kapasitas industri sekitar 6,5 juta ton per tahun.

Ia melihat WSBP akan mengalami pertumbuhan usaha yang signifikan ke depannya didorong oleh beneficiary percepatan pembangunan infrastruktur, penguasaan pangsa pasar, dan sinergi grup WSKT yang solid.

"Serta pertumbuhan bisnis ready mix dan kekuatan pasar captive," kata Akhmad dalam risetnya, Senin (10/10).

Lalu meski terbilang baru dalam persaingan industri precast, menurut Akhmad lonjakan kapasitas produksi terjadi dari 1,8 juta ton per tahun di tahun lalu menjadi 2,3 juta ton per tahun per Juni 2016.

Apalagi ditambah dengan dua pabrik baru di Klaten dan Palembang yang akan rampung di tahun ini yang membuat kapasitas produksi WSBP akan bertambah menjadi 2,65 juta ton. Malah manajemen akan terus meningkatkan produksinya hingga 3,8 juta ton per tahun hingga tahun 2018 untuk menangkap pertumbuhan pasar precast yang potensial.

Kepala riset Buana Capital Suria Dharma mengatakan kinerja WSBP akan tergantung sekali dengan induknya yaitu WSKT. "Jika induknya bagus pasti, anaknya ikut terangkat," katanya kepada KONTAN, Senin (24/10).

Dalam sembilan bulan tahun ini juga kontrak baru yang sudah dipegang WSKT sebsar Rp 59 triliun, atau sudah hampir memenuhi target selama setahun ini yaitu Rp 70 triliun. Dengan capaian induknya tersebut, kinerja WSBP otomatis akan terangkat.

Akhmad pun setuju WSBP akan diuntungkan oleh posisinya sebagai salah satu anak usaha Group Waskita. Ragam proyek konstruksi Waskita, proyek Tol dari Waskita Tol Road (WTR) maupun kontinuitas permintaan dari segmen Waskita Karya Realty, menurutnya akan memberikan dampak yang positif pada pertumbuhan usaha WSBP.

Namun, Akhmad menilai ada resiko yang harus diwaspadai WSBP diantaranya perolehan nilai proyek di bawah target dan persaingan usaha sebagai akibat masuknya pemain baru maupun pertumbuhan bisnis pesaing WSBP. Resiko gagal bayar dari pelanggan dan keterlambatan pembangunan pabrik baru juga bisa menjadi resiko bagi WSBP.

Senada dengan Akhmad, menurut Suria dengan banyaknya proyek yang diperoleh berarti memerlukan dana yang cukup besar. Nah, biasanya waktu pembayaran untuk proyek tersebut baru terbayar di belakang. "Sehingga akan mempengaruhi cash flow WSBP," tambahnya.

Meski begitu, Suria masih merekomendasikan beli saham WSBP. Suria belum mematok target harga untuk WSBP. Namun, yang jelas harga saham WSBP masih memiliki potensi untuk bisa naik 10% lagi dari harga saat ini. Akhmad juga merekomendasikan beli saham WSBP dengan target harga Rp 690 atau setara dengan rasio price earning di 2017 sebesar 27,1 kali.

Sementara analis Mandiri Sekuritas Bob Setiadi merekomendasikan beli saham dengan target Rp 690. Pada perdagangan kemarin (24/10), harga saham naik 1,77% di level Rp 575.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×