kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Analis prediksi IHSG lanjutkan pelemahan di pekan depan, apa alasannya?


Minggu, 10 Mei 2020 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Refleksi layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin sore ditutup positif dengan menguat 17 poin atau 0,38 persen ke level 4.513. A


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,52% sepekan kemarin. Adapun pada Jumat (8/5) IHSG berada di level 4.597,43.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengamati lesunya IHSG selama sepekan lalu dipicu oleh volume perdagangan yang cenderung sepi. "Volume perdagangan cenderung berada di bawah rata-rata," kata Hendriko kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5).

Baca Juga: Tak kunjung bagikan dividen, indeks IDX BUMN20 anjlok 38,31% dari awal tahun

Asal tahu saja, IHSG mencatatkan volume hingga 25,72 miliar saham dengan nilai transaksi hingga Rp 23,20 triliun sepekan lalu. 

Jika dibandingkan penutupan pekan sebelumnya, volume dan nilai transaksi tersebut terhitung lebih mini. Di mana pada periode tersebut volume perdagangan mencapai 26,46 miliar dan nilai transaksi mencapai Rp 27,95 triliun.

Menurut Hendriko hari libur menjadi salah satu faktor mininya volume perdagangan pekan lalu. Akan tetapi, perdagangan harian pekan lalu juga terlihat di bawah rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir.

Pasar yang cenderung wait and see terhadap perkembangan Covid-19 menjadi salah satu penyebab sepinya volume perdagangan. 

Baca Juga: Saat ekonomi sedang sulit, saham-saham ini bisa dilirik

Investor menanti realisasi kota-kota besar di dunia terlepas dari karantina wilayah atau lockdown. Selain itu, rilis data pertumbuhan PDB Indonesia menjadi pertimbangan lain.




TERBARU

[X]
×