kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Analis: Pemulihan Indeks Sektoral Berpotensi Terjadi Bertahap pada Semester II-2026


Selasa, 30 Juni 2026 / 20:02 WIB
Analis: Pemulihan Indeks Sektoral Berpotensi Terjadi Bertahap pada Semester II-2026
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 177,6 poin atau 3,05% menjadi 5.643,19 pada perdagangan Se (AI/ChatGPT/Wahyu Tri Rahmawati)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada di zona merah hingga akhir semester I-2026. Tekanan terjadi merata di hampir seluruh sektor, dengan sektor energi dan properti mencatatkan pelemahan terdalam.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai, semester II-2026 masih membuka ruang pemulihan, meskipun tidak akan berlangsung agresif.

“Semester II-2026 masih membuka ruang pemulihan bagi indeks sektoral di BEI, meskipun pemulihannya kemungkinan berlangsung secara bertahap dan belum akan agresif,” jelas Ekky kepada Kontan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, koreksi pasar pada paruh pertama tahun ini dipengaruhi berbagai sentimen, mulai dari ketidakpastian geopolitik global, kekhawatiran terhadap outlook sovereign rating Indonesia, isu aksesibilitas pasar dan peninjauan klasifikasi MSCI, hingga kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik.

Baca Juga: Rotasi Sektoral Saham Diprediksi Terjadi pada 2026, Ini Pilihannya

Namun demikian, sejumlah tekanan tersebut mulai menunjukkan perbaikan. Dari sisi global, tensi geopolitik mulai mereda, sementara dari dalam negeri, otoritas pasar mulai merespons melalui peningkatan transparansi, free float, serta penguatan tata kelola pasar.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas fiskal melalui pengendalian defisit dan peningkatan penerimaan negara.

“Peluang pemulihan tetap terbuka, tetapi sifatnya masih selektif. Pasar tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan dari membaiknya kepercayaan investor dan kembalinya aliran dana asing,” tambahnya.

Dari sisi sektoral, Ekky melihat sektor perbankan berpotensi menjadi salah satu motor pemulihan, terutama jika aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham domestik.

Hal ini didukung oleh valuasi saham perbankan berkapitalisasi besar yang sudah terkoreksi cukup dalam, namun tetap ditopang fundamental yang solid.

Selain itu, sektor basic materials juga dapat dicermati, khususnya emiten dengan fundamental kuat, neraca sehat, serta valuasi yang sudah berada di level menarik.

Baca Juga: Indeks Saham Bahan Baku Terseret Gejolak Pasar, Simak Rekomendasi dari Analis

Sebaliknya, sektor energi dan properti masih perlu diwaspadai. Meski berpeluang mengalami technical rebound, risiko fundamental di kedua sektor tersebut dinilai masih cukup tinggi.

Untuk sektor energi, tekanan berasal dari tren harga komoditas yang melemah serta potensi penurunan permintaan, terutama dari China. Sementara sektor properti masih dibayangi oleh tingginya suku bunga yang dapat menekan daya beli dan permintaan.

Dari sisi strategi, Ekky menyarankan investor tetap menjaga porsi kas dalam portofolio sambil melakukan akumulasi secara bertahap.

“Strategi investasi yang lebih ideal adalah tetap menjaga porsi kas yang cukup besar, sambil melakukan akumulasi secara bertahap pada emiten yang sudah terkoreksi dalam, memiliki fundamental baik, dan valuasi murah,” jelasnya.

Ia menambahkan, investor konservatif juga dapat mempertimbangkan alokasi pada saham defensif sekitar 20%–30% dari portofolio, sembari menunggu konfirmasi pemulihan pasar yang lebih kuat.

Baca Juga: Ruang Pemulihan Indeks Kompas 100 di Semester II-2026 Terbuka, Ini Saran Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×