kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Obligasi PT Timah menarik


Kamis, 07 September 2017 / 22:52 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) tengah memproses penerbitan obligasi lewat penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi dengan total nilai Rp 2,1 triliun. Untuk tahap pertama, TINS menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1,2 triliun dan sukuk ijarah Rp 300 miliar. 

I Made Adi Saputra, Analis Fixed Income MNC Securities bilang, kupon obligasi dengan tenor 3 tahun yang ditawarkan oleh PT Timah cukup menarik. Pasalnya, jika dibandingkan dengan yield surat utang negara (SUN) dengan tenor 3 tahun pada penawaran awal, kupon obligasi PT Timah masih kompetitif.

Adapun, Ariawan, Analis Obligasi BNI Sekuritas menambahkan, dengan peringkat single A+, dia memprediksi permintaan dari investor akan cukup besar. Apalagi kalau dilihat dari beberapa korporasi yang menerbitkan obligasi, masih didominasi oleh peringkat AAA atau AA. "Tentu obligasi PT Timah akan menarik apalagi sebagai perusahaan BUMN," ungkapnya.

TINS akan menggunakan sekitar 70% dana hasil penerbitan obligasi untuk pengadaan beberapa alat operasional, kegiatan eksplorasi, dan pembukaan tambang besar. Hal yang perlu menjadi catatan dari kinerja PT Timah, kata Made, adalah harga komoditas yang bakal memengaruhi kinerja.

"Meski mereka juga diversifikasi ke bisnis properti, tetapi itu bukan core bisnis dia," imbuhnya. Setidaknya, lanjut Made, posisi Indonesia sebagai pemasok timah global memberikan peluang bagi emiten untuk mengendalikan suplai dan demand, sehingga harganya tidak terlalu drop.

Setali tiga uang, Ariawan menambahkan, harga timah beberapa bulan terakhir cenderung stabil dan menguat. "Harusnya ke depan permintaan timah masih cukup besar, terutama untuk kebutuhan barang elektronik," katanya.

Edisan Supriyadi, Head of Investor Relations TINS bilang, tahun ini, pihaknya menargetkan volume produksi berkisar 32.000 sampai 35.000 metrik ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×