kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

TINS bukukan laba Rp 150,65 miliar


Kamis, 31 Agustus 2017 / 21:58 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih pada semester pertama 2017 sebesar Rp150,65 miliar atau naik cukup signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi Rp32,88 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto mengatakan bahwa kinerja laba yang positif itu seiring dengan peningkatan produksi logam timah sebesar 56,56 % menjadi 14.905 metrik ton pada semester pertama 2017 dibandingkan periode sama tahun lalu. "Hal itu tentunya berdampak positif terhadap performa finansial perseroan," katanya, Jakarta, Kamis (31/8).

Ia menambahkan bahwa pendapatan perseroan pada semester pertama tahun ini juga mengalami peningkatan sebesar 53,83 % menjadi Rp4,30 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,796 triliun.

Ia menyampaikan bahwa performa PT Timah Tbk berkat strategi operasi yang baik, di antaranya, penemuan sumber daya dan cadangan baru, baik di wilayah darat maupun laut.

Selain itu, lanjut dia, memperbaiki sistem manajemen kemitraan, penambahan armada kapal isap produksi (KIP) untuk penambangan laut, inovasi pada smelter untuk meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kapabilitas operasi dan produksi penambangan secara umum.

Sampai dengan akhir semester pertama 2017, perseroan sudah menyerap belanja modal sebesar Rp675 miliar.

Rekondisi dan replacement menyerap porsi paling besar yaitu 47,79 % atau sekitar Rp323 miliar, pembesaran kapasitas menyerap 41,28 % atau sekitar Rp279 miliar, dan sarana pendukung menyerap 7,63 % atau sekitar Rp52 miliar. katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×