kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Analis mulai khawatir akan muncul tanda-tanda resesi AS dari yield surat utang


Kamis, 19 Juli 2018 / 07:44 WIB

Analis mulai khawatir akan muncul tanda-tanda resesi AS dari yield surat utang
ILUSTRASI. Pelabuhan Oakland, California

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Tingkat imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat (Treasury AS) sedikit berubah pada hari Rabu (18/7). Kurva imbal hasil tetap mendekati level paling datar dalam hampir 11 tahun, seiring Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi testimoni tentang ekonomi yang sehat di depan parlemen AS.

"Dia bersikap konstruktif terhadap ekonomi dan meremehkan risiko resesi," kata Jonathan Cohn, suku bunga ahli strategi dengan Credit Suisse di New York.


Jawaban Powell atas pertanyaan dari anggota DPR Komite Jasa Keuangan juga memiliki kesamaan dengan sebuah pernyataan dia sehari sebelumnya yang mendukung perkiraan pasar bahwa Bank Sentral AS akan dua kali lagi menaikkan bunga pinjaman overnight sampai akhir 2018 nanti.

Pasar berjangka menyiratkan peluang 63% Fed akan meningkatkan target bunga acuan dua kali lebih banyak tahun ini, Reuters mengutip FedWatch CME Group.

Sebenarnya Powell juga mengakui risiko dari friksi perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya.

"Jika proses ini mengarahkan dunia kepada tarif yang lebih tinggi terhadap berbagai macam barang dan jasa yang diperdagangkan serta berkelanjutan untuk jangka waktu yang lebih lama, serta lebih banyak negara melakukan proteksi, itu akan berdampak buruk bagi perekonomian kita," dia kata.

Setelah kesaksian Powell, Fed merilis buku yang menunjukkan ekonomi sedang tumbuh pada tingkat sedang pada bulan Juni hingga awal Juli. Sebagai produsen menyatakan keprihatinan tentang dampak tarif.

Kemungkinan kenaikan bunga lebih lanjut menyematkan yield surat utang tenor dua tahun mendekati titik tertinggi sejak Agustus 2008. Imbal hasil surat utang ini kemarin 2,611% atawa turun 0,4 basis poin dari akhir Selasa.

Selisih imbal hasil surat utang tenor 2 tahun dan tenor 10 tahun hanya 25,80 basis poin, setelah sempat menyentuh level setipis 23,40 basis poin sebelumnya. Ini merupakan selisih paling ketat sejak Juli 2007.

Analis dan pedagang khawatir terhadap terjadinya kurva imbal hasil inverting, yaitu ketika imbal hasil tenor lebih pendek lebih tinggi dari imbal hasil surat utang yang lebih panjang. Itu akan dilihat sebagai tanda-tanda AS mengalami resesi, meskipun Powell meremehkan kurva hasil yang merata sebagai pertanda pertumbuhan lebih lambat.

Sementara itu imbal hasil Treasury 10-tahun yang mencadi acuan naik hampir 1 basis poin pada hari ke 2,871%.


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan


Close [X]
×