kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.984
  • EMAS705.000 0,14%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Analis Monex: Kekhawatiran perlambatan ekonomi berpotensi buat harga minyak melemah


Senin, 25 Maret 2019 / 17:44 WIB

Analis Monex: Kekhawatiran perlambatan ekonomi berpotensi buat harga minyak melemah
ILUSTRASI. Harga minyak

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di balik kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi yang potensi menyeret resesi di Amerika Serikat (AS) yang dapat meredam permintaan untuk minyak mentah.

Kekhawatiran tersebut juga ditopang dengan sikap dovish The Fed pada pekan lalu. Tetapi sepertinya harga minyak masih cukup positif.


Mengutip Bloomberg pada Senin (25/3) pukul 15.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berada di US$ 59,83 per barel. Angka ini naik 1,35% atau sekitar US$ 59,03 per barel pada perdagangan sebelumnya.

Ancaman resesi AS salah satunya dibuktikan dengan beberapa data ekonomi AS yang negatif pada akhir perdagangan pekan lalu. Pertama, data Flash Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) bulanan AS di level 52,5. Di bawah ekspektasi di level 53,5 dan pencapaian bulan sebelumnya di level 53.

Kedua data Federal Budget Balance bulanan AS yang memerah di level defisit US$ 234 miliar di bawah ekspektasi sebesar US$ 228 miliar dan lebih rendah dari bulan sebelumnya di level US$ 8,7 miliar.

Ketiga data Final Wholesale Inventories bulanan AS di level 1,2%, di bawah prediksi 0,2% dan pencapaian periode sama bulan sebelumnya di level 1,1%.

Kata Faisya di sisi lain harga minyak berpeluang untuk rebound jika pasar mempertimbangkan penurunan aktivitas rig dalam laporan Baker Hughes serta masih berjalannya pembatasan suplai dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non-OPEC.

Ia meramal dalam analisisnya Senin (25/3) untuk perdagangan besok harga minyak akan bergerak di level support US$ 58,00, US$ 57,40, dan US$ 56,70 per barel. Sementara level resistance antara US$ 59,0, US$ 59,60, dan US$ 60,40 per barel.


Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0789 || diagnostic_web = 0.3041

Close [X]
×