kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Analis: Meski menguat, tekanan terhadap rupiah masih belum hilang


Kamis, 13 Januari 2011 / 11:24 WIB
Analis: Meski menguat, tekanan terhadap rupiah masih belum hilang


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Mata uang rupiah melanjutkan penguatan untuk hari kedua. Hingga pukul 11.15 WIB, rupiah terhadap dollar AS di pasar spot naik 0,22% dari level 9.063 ke 9.043 per dollar.

Sentimen positif rupiah terdorong memudarnya kecemasan krisis utang Eropa setelah Jepang berjanji membeli sekitar 20% surat utang zona Euro.

Namun, Dealer valas BRI, Rachmat Wibisono menyebut tekanan terhadap rupiah masih belum hilang. "Rupiah hari ini tidak akan jauh bergerak dari kisaran 9.000-9.060," prediksi Rachmat.

Lanjutnya, indeks memang mengalami rebound, tapi masih belum mencapai 3.650, sehingga perlu memperhatikan dulu perkembangan indeks selanjutnya untuk memastikan penguatan rupiah.

Rahmat bilang, capital outflow yang terjadi sejak awal Januari masih menjadi faktor utama jangka pendek yang memicu tertekannya rupiah. Adapun, faktor jangka menengah yang menekan rupiah adalah isu inflasi. Faktor ini masih akan memengaruhi, hingga ada upaya nyata yang dilakukan untuk menjaga inflasi.

"Makanya, momen inflasi bulan depan sangat penting, apakah BI bakal menaikkan bunga atau cukup dengan pengendalian di pasar keuangan jangka pendek," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×