kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Analis: Kantongi dana Rp 2 triliun, hold saham SSIA


Kamis, 11 Januari 2018 / 21:28 WIB
ILUSTRASI. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bakal memperoleh dana sekitar Rp 2 triliun pekan depan. Dana ini merupakan sisa pembayaran dari PT Astratel Nusantara atas transaksi jual beli hak kepemilikan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang merupakan pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan.

Calvin Anthrasal, analis Henan Putihrai Sekuritas mengatakan, pemasukan dari sisa pembayaran tersebut merupakan sentimen positif. "Namun, sifatnya terbatas," imbuhnya.

Pasalnya, laju kinerja SSIA sudah dicatat sejak tahun lalu sejak transaksi pengambilalihan itu dilakukan. Lonjakan harga sahamnya juga sudah tercermin pada periode tersebut. Saham SSIA sempat menyentuh level tertingginya, yaitu Rp 770 per saham selepas kuartal I-2017. Sehingga, menurut Calvin, agak sulit bagi saham SSIA untuk kembali mendekati level tersebut.

Dia menambahkan, sentimen ekspansi, terutama di Subang juga bisa menjadi sentimen positif, apalagi pembayaran yang akan masuk pekan depan bisa memperlancar ekspansi SSIA, terutama untuk pembebasan lahan.

Namun, kondisi makro bisnis kawasan industri juga masih belum sepenuhnya kondusif. Ini masih tergantung dari minat beli investor yang butuh lahan industri, terutama dari asing.

"Jadi, di tengah kondisi seperti ini sebaiknya hold dulu saham SSIA," kata Calvin. Saham SSIA hingga penutupan perdagangan Kamis (11/1) ditutup melemah 7 poin atau 1,39% ke level Rp 498 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×