kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Analis: Hati-hati menyikapi efek jelang pemilu di pasar saham


Rabu, 12 September 2018 / 22:21 WIB
Analis: Hati-hati menyikapi efek jelang pemilu di pasar saham
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilu 2019 kian dekat. Menariknya, sejumlah saham yang terafiliasi dengan para tokoh politik pun mendadak lincah.

Salah satunya, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Kemarin, saham perusahaan milik Erick Tohir ini ditutup dengan penguatan 34% ke level Rp 90 per saham.

Tapi, jangan terlanjur girang melihat fenomena kenaikan saham jelang pemilu seperti itu. Keputusan investasi yang lebih bijak tetap lebih diperlukan ketimbang sekadar sentimen pemilu.

Norico Gaman, Kepala Riset BNI sekuritas mengatakan, ada baiknya lihat fundamental perusahaan daripada sekedar keterkaitan perusahaan dengan anggota partai politik. Karena sentimen politik akan memberikan sentimen jangka pendek.

"Tetapi kalau fundamental perusahaan bagus maka potensi apresiasi harga saham relatif lebih kuat dalam jangka panjang," ujar Norico, Rabu (12/9).

Setali tiga uang, Senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar pun menilai terlalu berisiko juga mengambil keputusan investasi berdasarkan sentimen pemilu. Bahkan, untuk trader jangka pendek pun masih tetap berisiko.

Terlebih, pasar saham saat ini tengah berfluktuasi akibat sentimen global dan rupiah. Sebaiknya, segera jual jika sudah untung di saham-saham tersebut. "Kalau terlanjur rugi, lebih baik cut loss," kata William.

Dia menambahkan, fenomena seperti ini sudah lumrah terjadi. Sebab, saham memang bergerak berdasarkan dua alasan, yakni fundamental dan selebihnya spekulasi. Fenomena seperti ini juga biasanya rutin terjadi setidaknya selama enam bulan sebelum pemilu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×