kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Analis: Corona berpotensi menekan kinerja sektor ritel


Senin, 06 April 2020 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berbelanja di sebuah hipermarket di Bogor, Minggu (1/3/2020).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus Corona (Covid-19) berpotensi menekan kinerja beberapa sektor. Salah satunya adalah emiten yang bergerak di sektor perdagangan kecil (ritel).

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Teuku Al Hafidh At Tirmidzi mengatakan, secara tidak langsung, penyebaran wabah Covid-19 membuat pengiriman logistik barang-barang impor terutama dari China akan terhambat.

Dus, emiten yang menjual produk impor terutama dari China akan terhambat dikarenakan menurunnya produksi barang di China. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan berupa social distancing dan work from home (WHF) guna meminimalisir penyebaran virus ini.

Baca Juga: Kinerja Erajaya Swasembada (ERAA) bisa terdampak virus corona, begini saran analis

“Dengan adanya kebijakan tersebut akan mempengaruhi crowd atau traffic dari pusat perbelanjaan sehingga akan mempengaruhi penjualan sektor offline retail,” tulis Al Hafidh dalam risetnya, Kamis (2/4).

Samuel Sekuritas Indonesia memiliki tiga skenario penyebaran Covid-19, yakni best case scenario (laju pertumbuhan kasus baru Covid-19 di turun Bulan April 2020), base case scenario (jumlah kasus Covid-19 mengalami puncak pada bulan Ramadhan dan Lebaran), dan worst case scenario (laju pertumbuhan pasien tidak turun sampai dengan Oktober atau November 2020.

Apabila worse-case scenario terjadi, emiten di sektor retail berpotensi mengalami kesulitan dalam memenuhi pasokan persediaan. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) misalnya, memiliki inventory turnover days yang lebih cepat dibandingkan emiten sektor retail, yakni selama 35 hari.

Hafidh memperkirakan FAST cukup sulit untuk memperbesar interval inventory days disebabkan karena perusahaan ini bergelut dalam bisnis makanan siap saji. Sedangkan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) memiliki inventory turnover days yang lebih lama, masing-masing sebesar 231 hari dan 169 hari.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×