kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ambil untung, kepemilikan asing di SBN mengempis


Rabu, 14 Agustus 2019 / 21:19 WIB

Ambil untung, kepemilikan asing di SBN mengempis
ILUSTRASI. Kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) menyusut.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) menyusut. Namun, analis menilai berkurangnya kepemilikan asing di SBN itu masih wajar, mengingat banyak sentimen negatif yang beredar di pasar keuangan.

Sebagai informasi, per 12 Agustus 2019 kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 1.005,17 triliun. Jumlah tersebut berkuirang Rp 7,87 triliun dari posisi per 2 Agustus 2019 yang senilai Rp 1.019 triliun. Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai penurunan tersebut masih dalam kategori wajar karena tidak mencapai 10%.

Baca Juga: CDS Indonesia akan bergerak di rentang 90-100 dalam jangka pendek

Dia juga mengungkapkan, ada dua hal yang menyebabkan kepemilikan asing turun dalam beberapa waktu terakhir. Pertama, karena maraknya aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan investor asing beberapa waktu terakhir. Kedua, kurs dollar AS tengah dalam pergerakan naik, sehingga membuat beberapa investor menarik dananya untuk kembali pegang dollar AS.

Namuni, dengan perkembangan terbaru seperti meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta peluang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), Wawan optimistis prospek surat utang negara (SUN) akan lebih menarik ke depannya.

"Saya rasa bisa (Kepemilikan asing di SBN naik), dengan syarat sentimen perang dagang mereda dan suku bunga acuan turun," kata Wawan kepada Kontan.co.id, Rabu (14/8).

Baca Juga: Lelang SUN lesu, pemerintah hanya menyerap Rp 15 triliun

Peluang bagi asing masuk SBN masih terbuka lebar, apalagi pemerintah masih akan merilis SBN hingga akhir tahun.Ia memperkirakan kepemilikan asing di SBN masih akan naik di kisaran Rp 1.015 triliun-Rp 1.020 triliun hingga akhir bulan ini.

Sedangkan hingga akhir tahun, Wawan melihat masih ada peluang bagi kepemilikan asing di SBN naik hingga menjadi Rp 1.050 triliun, dengan syarat suku bunga acuan The Fed dan bunga BI turun.

Adapun perkiraan yield SUN tenor 10 tahun diperkirakan masih bisa turun ke kisaran 7,3% hingga 7,4%, asalkan The Fed dan BI benar-benar memangkas suku bunga acuannya. Sebaliknya, jika kondisi tersebut tidak terjadi maka imbal hasil SUN 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 7,5% hingga 7,6%.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.2184

Close [X]
×