kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Aksi jual asing dinilai jangka pendek, saatnya investor domestik masuk


Minggu, 08 September 2019 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Noverius Laoli

Selain TLKM, ISAT dan EXCL juga masih menunjukkan kinerja yang positif. Kemudian jika investor mau melakukan diversifikasi porotofolio dapat mulai melirik saham-saham properti yang memiliki landing besar ataupun market kelas atas seperti BSDE dan CTRA.

"Hal ini dikarenakan saham-saham properti masih memiliki valuasi yang rendah dan didukung oleh kebijakan pengurangan pajak properti mewah yang diberikan oleh Jokowi.” Jelas Wawan .

Di tengah gejolak aksi jual asing yang saat ini terjadi selain rekomendasi yang diberikan Wawan, Nafan juga merekomendasikan saham TLKM, SMGR, BBCA, BBNI, BBTN ADRO dan TINS untuk diakumulasikan oleh investor.

Adanya sentimen pemindahan ibukota dianggap menjadi angin segar yang memberikan peluang baru bagi sentimen-sentimen di sektor konstruksi.

Baca Juga: Masuk nominasi menteri angkatan darat di pemerintahan Trump (2)

Selain itu, adanya trend positif si dektor pertambangan juga membuat sektor ini layak dipertimbangkan pasalnya selain sedang dalam tahap uptrend saham seperti ADRO dan TINS juga masih memiliki valuasi dan PER yang menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×