kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Akselerasi transformasi digital, Kemkominfo dukung penggelaran jaringan 5G Indosat


Rabu, 23 Juni 2021 / 15:47 WIB
Akselerasi transformasi digital, Kemkominfo dukung penggelaran jaringan 5G Indosat
ILUSTRASI. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan sambutan secara virtual dalam peluncuran 5G Indosat Ooredoo, dari Jakarta, Selasa (22/06/2021).

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SURAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Johnny G. Plate menyambut baik penggelaran jaringan 5G yang dilaksanakan PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT). Pada Selasa (22/6), Indosat Ooredoo meluncurkan teknologi jaringan 5G pertama secara komersial di kota Solo, Jawa Tengah.

Johnny menyampaikan, peluncuran 5G ini merupakan hasil kolaborasi bersama dan berkelanjutan sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital. "Solo bersama dengan tiga kota lainnya, yakni Jakarta, Surabaya, dan Makassar juga akan segera digelar infrastruktur telepon seluler 5G," kata dia melalui sambungan virtual, Selasa (22/6).

Johny berharap, penggelaran telepon seluler 5G dapat mendorong masyarakat Surakarta (Solo) dan kota-kota lainnya untuk terus memanfaatkan pengembangan teknologi.

Ia menuturkan, penggelaran 5G akan hadir secara bersama-sama dengan teknologi 4G yang akan tetap jadi tulang punggung transformasi digital di seluruh wilayah Tanah Air. Sementara itu, 5G akan dikembangkan pada areal yang didukung ekosistem 5G yang memadai seperti wilayah perkotaan dan destinasi pariwisata super prioritas.

"Peluncuran 5G di Indonesia kita jadikan sebagai titik lompat. Melalui 5G, adopsi dan inovasi teknologi digital di berbagai sektor dapat terus ditingkatkan, baik untuk pengembangan ekonomi digital, health technology, education technology, smart city, dan sektor lainnya," kata Johnny.

Baca Juga: Luncurkan jaringan 5G, Indosat Ooredoo (ISAT) fokus garap segmen B2B

Untuk itu, Kemkominfo akan terus mendukung pemanfaatan dan pengembangan teknologi 5G dengan mempersiapkan pita spektrum yang memadai melalui farming dan refarming frekuensi spektrum, pengembangan sumber daya manusia, serta talenta digital yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kemkominfo juga akan terus melakukan penggelaran infrastruktur 4G di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), serta mendorong Indosat Ooredoo dan operator seluler lainnya untuk menyelesaikan pembangunan base transceiver station (BTS) 4G di wilayah non-3T. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Terkait dengan saham ISAT, Analis Henan Putihrai Sekuritas Muhammad As'ad mengatakan, peluncuran layanan 5G tentu akan menjadi katalis positif bagi kinerja Indosat Ooredoo. "Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah saat ini cakupan area maupun teknologi yang akan menggunakan jaringan ini masih cukup minim penetrasinya," kata As'ad.

Pasalnya, hadirnya jaringan 5G bukan lagi hanya untuk menyasar business to consumer (B2C) saja tapi bakal lebih besar pemanfaatannya untuk business to business (B2B). As'ad memperkirakan, target harga ISAT masih berada di level Rp 7.500 per saham.

 

Selanjutnya: Luncurkan jaringan 5G, ini fokus Indosat Ooredoo (ISAT) ke depan

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×