CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Akhir pekan lalu, harga minyak AS tergelincir 3%


Minggu, 12 Juni 2016 / 14:38 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga minyak AS atau yang sering disebut sebagai West Texas Intermediate (WTI) ditutup dengan penurunan 3% pada Jumat (10/6).

Berdasarkan data yang dihimpun CNBC, harga kontrak minyak WTI ditutup dengan penurunan 2,9% atau US$ 1,49 menjadi US$ 49,07 per barel. Sedangkan harga minyak Brent tergerus 2,8% atau US$ 1,43 menjadi US$ 50,52 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah jumlah rig minyak di AS kembali mencatatkan kenaikan selama dua pekan beruntun. Menurut data yang dirilis Baker Hughes, jumlah rig yang beroperasi di kilang minyak AS naik sebanyak 3 rig menjadi 328 rig pada pekan lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan kilang minak mengoperasikan 635 rig.

"Saat ini, jumlah rig yang beroperasi dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak," jelas Jum Ritterbusch, oil markets consultancy Ritterbusch & Associates.

Sentimen lainnya adalah penguatan dollar yang kemudian memangkas tingkat permintaan kontrak minyak dunia. Akhir pekan lalu, indeks dollar mengalami kenaikan hampir 0,8%.

Di sisi lain, adanya aksi sabotase pada industri minyak di Nigeria membatasi penurunan harga minyak WTI dan Brent di awal transaksi. Sekadar informasi, kelompok Niger Delta Avengers meledakkan kilang minyak Obi Obi Brass yang dijalankan oleh ENI. Aksi ini semakin menambah guncangan di pasar minyak terbesar di Afrika itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×