kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

AEI: Aturan pemerintah lebih banyak menghambat


Minggu, 23 November 2014 / 22:31 WIB
ILUSTRASI. Apa Itu Kwashiorkor? Moms Wajib Kenali Gejala Gizi Buruk pada Anak Ini. ANTARA FOTO/Jojon/foc.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Fransiscus Welirang mengharapkan, pemerintah dapat menciptakan regulasi yang kondusif.

Hal ini, bertujuan agar perusahaan terbuka (emiten) dapat leluasa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) pada tahun depan.

"Kita khawatir kita tertinggal dengan yang lain (negara lain). Peraturan pemerintah yang ada lebih banyak menghambat, ketimbang kita bisa bertumbuh cepat," kata Fransiscus, Minggu (23/11).

Fransiscus yang juga menjabat sebagai Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) merincikan hambatan yang ada saat ini seperti pajak yang cukup memberatkan, distribusi logistik yang rumit, serta tingginya bunga.

"Itu hambatan kita, belum lagi ulah-ulah ganguan high economi. Biaya ekonomi tinggi bahasa istilahnya," ucap Fransiscus. (Seno Tri Sulistyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×