kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.641   -35,00   -0,20%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

2 Minggu Penawaran, SR025 Laku Rp 9 T Lebih, Cek Cara Investasi Sukuk Kupon 6,8%-6,9%


Jumat, 04 September 2026 / 07:19 WIB
2 Minggu Penawaran, SR025 Laku Rp 9 T Lebih, Cek Cara Investasi Sukuk Kupon 6,8%-6,9%
ILUSTRASI. 2 Minggu Penawaran, SR025 Laku Rp 9 T Lebih, Cek Cara Investasi Sukuk Kupon 6,8%-6,9%


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua minggu dibuka, penawaran Sukuk Ritel seri SR025 terus diserbu investor. Jumlah pemesanan sukuk SR025 hingga Jumat 4 September 2026 pagi telah menembus Rp 9 triliun. Dengan batas penawaran hingga 16 September 2026, berikut cara investasi Sukuk Ritel SR025 untuk mendapatkan kupon 6,8%-6,9%.

Kesempatan berinvestasi melalui obligasi ritel berupa sukuk ritel seri SR025 resmi dibuka sejak, Jumat 21 Agustus 2026. Data BRI yang merupakan salah satu mitra distribusi surat utang pemerintah, jumlah pemesanan sukuk SR025 hingga Jumat (4/9) jam 07.00 WIB mencapai sekitar Rp 9,6 triliun.

Jumlah itu terdiri dari Rp 8 triliun sukuk SR025 tenor 3 tahun (SR025T3). Kemudian sukuk SR025 tenor 5 tahun (SR025T5) telah menyedot dana investasi Rp 1,6 triliun.

Dengan demikian, sisa kuota sukuk SR025 sekitar Rp 10,4 triliun, terdiri dari Rp 8 triliun SR025T3 dan Rp 1,4 triliun SR025T5.

Kementerian Keuangan resmi membuka penawaran obligasi ritel sukuk ritel seri SR025 mulai hari ini, Jumat (21/8/2026). Kemenkeu menawarkan dua seri yani SR025T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR025T5 (Tenor 5 Tahun).

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, pemerintah menetapkan imbal hasil 6,8% untuk seri SR025T3 dan sebesar 6,9% untuk SR025T5.

"Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan tanggal 10 setiap bulan," jelas Kemenkeu dalam keterangan resminya Kamis (20/8/2026).

Proses pemesanan pembelian Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dilakukan secara online melalui empat tahap, yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan. 
Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN. 

"Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online)," jelas Kemenkeu.

Tonton: Bank Dunia Bilang 64,2% Orang RI Miskin, Kok BPS Cuma 8,07%?

Cara investasi SR025 

Investasi SR025 hanya butuh modal minimal Rp 1 juta. Berikut cara investasi obligasi ritel SR025:

1. Registrasi

Registrasi untuk investasi obligasi ritel SR025 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan obligasi ritel SR025 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran obligasi ritel SR025 .

Tonton: PLN Beberkan Progres RUPTL, 143 Proyek Telah Beroperasi

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian obligasi ritel SR025 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi obligasi ritel SR025 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SR025 kepada Mitra Distribusi.

Tonton: BEI Ubah Batas Minimum Saham dari Rp50 Jadi Rp1

Mitra Distribusi

Berikut mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:

Bank Umum

1. PT Bank Central Asia Tbk
2. PT Bank CIMB Niaga Tbk
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
4. PT Bank DBS Indonesia
5. PT Bank HSBC Indonesia
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
8. PT Bank Mega Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
10. PT Bank OCBC NISP Tbk
11. PT Bank Panin Tbk
12. PT Bank Permata Tbk
13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
15. PT Bank UOB Indonesia
16. Standard Chartered Bank
17. PT Bank Victoria International
18. PT Bank SMBC Indonesia Tbk

Baca Juga: JP Morgan Sebut Harga Minimal Saham Rp 1 Dongkrak Likuiditas, Cek Daftar Saham Gocap

Bank Umum Syariah

19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Perusahaan Efek

21. PT BRI Danareksa Sekuritas
22. PT Mandiri Sekuritas
23. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
24. PT Bahana Sekuritas
25. PT Binaartha Sekuritas
26. PT Phillip Sekuritas Indonesia
27. PT BNI Sekuritas
28. PT Panin Sekuritas Tbk
29. PT Ajaib Sekuritas Asia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)

30. PT Bareksa Portal Investasi
31. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
32. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
33. PT Bibit Tumbuh Bersama


 

Bank Dunia Bilang 64,2% Orang RI Miskin, Kok BPS Cuma 8,07%?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×