Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
Namun, Harris menekankan penerbitan obligasi tersebut akan tergantung pada kupon obligasi yang bisa didapat perseroan. Dia belum memastikan jadwal penerbitan surat utang tersebut.
"Pokoknya kalau kuponnya menarik kita akan terbitkan sebelumnya masa tax amnesty berakhir. Tapi kalau tidak sesuai ekspektasi kita akan kembali ke rencana awal," jelasnya.
Harris bilang, pihaknya memilih menerbitkan obligasi untuk mencari peluang dari dana repatriasi lantaran saat ini perseroan tidak memiliki banyak proyek investasi. Sementara dana repatriasi hanya bisa masuk ke proyek infrastruktur jika proyeknya tengah berjalan atau sudah selesai lewat penjualan sebagian sahamnya.
Saat ini ADHI baru membidik proyek investasi. Harris mengatakan, jika menunggu proyek tersebut maka kecil kemungkinan perseroan mendapatkan dana repatriasi mengingat tax amnesty tersebut memiliki batasan waktu hingga akhir kuartal I 2017.
Selain menerbitkan obligasi, perseroan juga berencana melepas sebagian saham (Initial Public Offering/IPO) anak usahanya yakni PT Adhi Persada Property (APP) untuk memanfaatkan peluang dana repatriasi. "Saat ini kita sedang persiapkan IPO. Kemungkinan akan dilaksanakan di awal tahun depan ," lanjut Harris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)