Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah, PT Adhi karya Tbk (ADHI) baru berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp 6,1 triliun sepanjang semester I 2016. Perolehan tersebut setara 24,4 % dari target kontrak baru yang dipatok perseroan tahun ini yakni Rp 25 triliun.
Pencapaian kontrak baru tersebut sama dengan kontrak baru yang diperoleh perseroan pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara sepanjang Juli ini, perseroan telah ditunjuk sebagai pemenang tender pengerjaan proyek senilai Rp 1,4 triliun. "Di samping itu terdapat juga kontrak dengan penawaran terendah sebesar Rp 654 miliar," kata Harris Gunawan, Direktur Keuangan ADHI pada KONTAN, Selasa (19/7).
Harris bilang, sebagian besar kontrak baru tersebut didapat dari proyek BUMN dengan porsi lebih dari 50%. Namun, dirinya yakin di paruh kedua ini kontrak baru dari pemerintah akan lebih besar karena serapan APBN akan lebih banyak di semester II.
Sampai akhir tahun, Harris memperkirakan perseroan hanya akan bisa mencapai 85%-90% dari target yang kontrak baru tahun ini. Namun perlu diketahui bahwa target yang ditetapkan ADHI tersebut belum termasuk kontrak dari proyek LRT. Dengan begitu, perseroan masih tetap berpeluang mengantongi kontrak anyar lebih dari Rp 25 triliun tahun ini.
ADHI menargetkan kontrak baru dari proyek LRT bisa diperoleh pada Agustus mendatang terutama setelah adanya keputusan dari pemerintah terkait penggunaan jenis rel untuk proyek tersebut. "Kemungkinan tahun ini kita akan dapatkan kontrak dari tahap pertama," ujar Harris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













