kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.938   21,00   0,12%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Begini Efeknya ke Bisnis GOTO


Senin, 19 Januari 2026 / 11:08 WIB
Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Begini Efeknya ke Bisnis GOTO
ILUSTRASI. Draf Perpres transportasi daring mengancam profit Gojek dengan pemangkasan komisi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Industri transportasi daring Indonesia berpotensi mengalami perubahan besar menyusul pembahasan draf peraturan presiden (Perpres) yang tengah dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto.

Melansir Reuters, draf aturan tersebut mengatur sejumlah konsesi besar, meski belum dipastikan apakah itu merupakan versi final atau kapan akan diberlakukan.

Salah satu poin utama yang diatur adalah penurunan batas maksimal potongan komisi aplikasi dari 20% menjadi 10% per perjalanan. Selain itu, perusahaan diwajibkan menanggung penuh asuransi kecelakaan dan kematian bagi pengemudi.

Baca Juga: Kinerja EXCL Diproyeksi Membaik Pasca Merger XL-Smartfren, Cek Rekomendasi sahamnya

Wacana pemangkasan komisi tersebut berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), khususnya unit bisnis On Demand Services (ODS) dengan merek Gojek. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan segmen ODS GOTO karena menyempitnya ruang monetisasi per perjalanan. 

"Dampaknya terutama terasa pada layanan transportasi dan pengantaran dengan volume tinggi namun margin relatif tipis," jelasnya kepada Kontan akhir pekan lalu. 

Menurut Azis, hal tersebut bisa berdampak pada perbaikan profitabilitas ODS GOTO yang melambat. Terutama, jika tidak diseimbangkan dengan efisiensi atau penyesuaian model bisnis. 

Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Beli Saham Barito Renewables Energy (BREN)

Meski demikian, katanya, tekanan terhadap ODS kemungkinan bersifat bertahap dan tidak sepenuhnya linear. Mengingat masih adanya fleksibilitas penyesuaian biaya, insentif, serta integrasi ekosistem. 

"Di tingkat grup, bisnis fintech masih dapat menjadi penopang kinerja melalui pertumbuhan transaksi dan layanan keuangan, meski kontribusinya tetap bergantung pada kualitas pertumbuhan dan pengelolaan risiko," ucap Azis.

Meski begitu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan trading buy saham GOTO dengan target Rp 72 per saham. 

Selanjutnya: Hujan Lagi Hari Ini (19/1), Cek Cara Memantau Banjir Jakarta Di HP: Link BPBD & CCTV

Menarik Dibaca: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×