kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Wacana Pemangkasan Batas Maksimal Komisi, Bisnis ODS GOTO Berpotensi Terdampak


Kamis, 15 Januari 2026 / 18:57 WIB
Wacana Pemangkasan Batas Maksimal Komisi, Bisnis ODS GOTO Berpotensi Terdampak
ILUSTRASI. GoTo - kontan kilas online (GoTo/KILAS)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri transportasi daring Indonesia berpotensi mengalami perubahan besar menyusul pembahasan draf peraturan presiden (Perpres) yang tengah dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto.

Draf aturan yang dilihat Reuters mengatur sejumlah konsesi besar, meski belum dipastikan apakah itu merupakan versi final atau kapan akan diberlakukan.

Salah satu poin utama adalah penurunan batas maksimal potongan komisi aplikasi dari 20% menjadi 10% per perjalanan. Selain itu, perusahaan diwajibkan menanggung penuh asuransi kecelakaan dan kematian bagi pengemudi.

Baca Juga: Adhi Kartiko (NICE) Kena Denda Administratif dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan

Wacana pemangkasan komisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), khususnya unit bisnis On Demand Services (ODS).

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan segmen ODS GOTO karena menyempitnya ruang monetisasi per perjalanan. 

"Dampaknya terutama terasa pada layanan transportasi dan pengantaran dengan volume tinggi namun margin relatif tipis," jelasnya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Menurut Azis, hal tersebut bisa berdampak pada perbaikan profitabilitas ODS GOTO yang melambat. Terutama, jika tidak diseimbangkan dengan efisiensi atau penyesuaian model bisnis. 

Meski demikian, katanya, tekanan terhadap ODS kemungkinan bersifat bertahap dan tidak sepenuhnya linear, mengingat masih adanya fleksibilitas penyesuaian biaya, insentif, serta integrasi ekosistem. 

"Di tingkat grup, bisnis fintech masih dapat menjadi penopang kinerja melalui pertumbuhan transaksi dan layanan keuangan, meski kontribusinya tetap bergantung pada kualitas pertumbuhan dan pengelolaan risiko," ucap Azis.

Equity Research CGS International Sekuritas Joanne Ong dan Hadi Soegiarto menilai segman GoTo Financial Technology (GTF) telah menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi GOTO.

CGS International Sekuritas memperkirakan kontribusi terhadap peningkatan adjusted EBITDA keseluruhan GOTO pada 2025 akan mencapai 60%. Ini didukung oleh pertumbuhan pinjaman sebesar 43% secara Year on Year (YoY), yang melampaui ekspektasi GOTO sebelumnya. 

Baca Juga: Pasar Jam Tangan Mewah Seken Tetap Ramai, Model Sporty Jadi Primadona

"Masih ada ruang yang luas untuk tumbuh karena pinjaman akan tumbuh secara CAGR sebesar 42% dari 2024–2027, yang mendorong pertumbuhan pendapatan secara CAGR sebesar 35% dalam periode yang sama," kata Joanne dan Hadi.  

Menurutnya, proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya penetrasi produk pinjaman di seluruh mitra ekosistem, seperti Gojek, Tokopedia, dan TikTok Shop. Penyaluran pinjaman GTF diproyeksikan meningkat menjadi 5%–7% pada 2025–2027.

Lebih lanjut, CGS International Sekuritas memberikan rating add dengan target harga di Rp 77 per saham. Sementara, Kiwoom Sekuritas rekomendasikan trading buy GOTO dengan target Rp 72 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×